Peningkatan Penguasaan Bahasa Inggris melalui Pelatihan TOEFL untuk Guru-Guru SMA di Wilayah Jakarta Selatan dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Peningkatan Penguasaan Bahasa Inggris melalui Pelatihan TOEFL untuk Guru-Guru SMA di Wilayah Jakarta Selatan dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta

Test of English as Foreign Language atau lebih dikenal dengan singkatan TOEFL adalah tes kemahiran penguasaan Bahasa Inggris bagi penutur asing.  Tes ini umumnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penutur asing menguasai d…

Test of English as Foreign Language atau lebih dikenal dengan singkatan TOEFL adalah tes kemahiran penguasaan Bahasa Inggris bagi penutur asing.  Tes ini umumnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penutur asing menguasai dan memahami  tindak-tutur dalam   bahasa Inggris sebagai bahasa asing.  
Tes ini sudah lazim diterapkan di seluruh dunia.  Di negara yang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris, tes ini biasanya digunakan untuk menyaring calon mahasiswa yang  berniat melanjutkan studi di negara mereka atau pun untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris bagi calon tenaga kerja atau imigran.
Di negara Indonesia sendiri, tes ini sering digunakan dalam berbagai bidang yang membutuhkan penguasaan bahasa Inggris seperti; wawancara kerja, ujian masuk perguruan tinggi, tes sertifikasi guru dan dosen, dan prasyarat lulus dari universitas.  Penguasaan TOEFL menjadi hal yang sangat krusial dalam dunia pendidikan dan karir seseorang.
Para guru SMA membutuhkan penguasaan TOEFL yang baik agar dapat melanjutkan studi mereka baik di dalam negeri dan utamanya di luar negeri. Skor TOEFL yang disyaratakan untuk memasuki universitas di luar negeri umumnya meminta penguasaan skor TOEFL yang cukup tinggi yang mencapai sekitar 550 sampai 600.
Namun, beberapa hasil penelitian mengenai penguasaan TOEFL para guru dan pelajar menunjukkan rendahnya penguasaan TOEFL mereka.  Hasil penelitian Rizali, dkk (2009) menyatakan bahwa hanya sedikit guru-guru di Indonesia yang menguasai TOEFL yang mencukupi.  Menurut mereka, guru-guru di sekolah favorit di Indonesia saja hanya sedikit yang memiliki skor TOEFL lebih dari 500.  Masalah yang sama juga ditemukan di sekolah mitra dimana sebagian besar dari guru SMA belum pernah mengenal atau mengerjakan tes TOEFL.  Namun mereka memiliki impian untuk melanjutkan studi di luar negeri dan berkeinginan untuk mengenal dan mempelajari TOEFL. 
Menyikapi masalah tersebut, Program Studi S1 Pendidika Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Prof.DR. HAMKA yang dikoordinir oleh Neti Hartati, M.Pd. dan Drs.M. Lukman, M.A. bekerjasama dengan beberapa SMA diwilayah Jakarta Selatan dan juga SMA Muhammadiyah 3 Jakarta mengadakan pelatihan peningkatan penguasaan Bahasa Inggris melalui pelatihan TOEFL bagi guru-guru di sekolah mitra.  Dalam kegiatan tersebut dilakukan pelatihan dan pengenalan TOEFL yang dimulai dari materi pengenalan bagian-bagian tes TOEFL, mengenal instruksi tes pada bagian-bagian tes TOEFL, trik-trik menjawab soal tes pada tiap-tiap bagian tes, serta pelatihan nyata mengerjakan tes TOEFL.  
                Hasil evaluasi kegiatan dalam jangka pendek adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pengalaman para peserta pelatihan tentang materi tes TOEFL, trik menjawab dan menguasai tes TOEFL, serta pengetahuan dan pengalaman nyata menghadapi tes TOEFL.
            Hasil angket menunjukkan bahwa para peserta merasa terbantu dengan adanya pelatihan TOEFL ini terutama bagi para guru yang sebelumnya belum pernah mengenal atau mengerjakan tes TOEFL.  Setelah pelatihan ini sebagian besar mereka bersemangat dan bertekad untuk belajar TOEFL lebih jauh untuk mempersiapkan diri mereka melanjutkan studi majister dan doctor di luar negeri.
Oleh karena itu, adanya kegiatan pelatihan TOEFL ini sangatlah penting sebagai upaya pengenalan TOEFL bagi guru-guru SMA untuk membantu meningkatkan pengetahuan mereka tentang TOEFL dalam upaya membantu mereka meningkatkan jenjang karir dan studi.

Penulis: Neti Hartati
Foto: Tim Pengabdian Masyarakat FKIP UHAMKA dan peserta
Sumber: Laporan Pengabdian Masyarakat FKIP UHAMKA