Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Indonesia Terkini

latest

Iklan

Mahasiswa PGSD UHAMKA Kombinasikan Permainan Tradisional dengan Teknologi dalam Media Pembelajaran

Istiyani Muniroh Mahasiswa PGSD UHAMKA Perkembangan teknologi yang pesat merambah ke semua sektor kehidupan termasuk dunia pendidikan. Dalam...

Istiyani Muniroh Mahasiswa PGSD UHAMKA


Perkembangan teknologi yang pesat merambah ke semua sektor kehidupan termasuk dunia pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran ketersediaan media pembelajaran sangat mendukung proses penyampaian materi pelajaran karena dapat mempermudah pemahaman siswa. Media pembelajaran yang beredar saat ini, ada yang berbasis teknologi dan ada juga yang masih tradisional. Lalu, bagaimana bila kedua unsur tersebut di satukan?

Sebagian besar orang mengenal permainan ular tangga. Permainan tradisional ini mudah di mainkan dan disukai banyak orang terutama anak-anak. Istiyani Muniroh, mahasiswa PGSD UHAMKA mengembangkan media pembelajaran Ular Tangga untuk tugas akhirnya. Tema yang di angkat adalah Keberagaman Indonesia, pada mata pelajaran PPKn kelas 4.
Media pembelajaran ular tangga yang di kembangkan memiliki ukuran yang cukup besar yaitu 2 m x 1,5 m. Dadu pun dibuat besar dari busa dan kain flanel dengan ukuran 30 cm x 30 cm.

 Bila pada permainan ular tangga menggunakan patung kecil atau batu sebagai bidak nya, maka pada media ini sang anak-lah bidaknya sehingga menuntut anak untuk berjalan dan melompat.  Anak-anak memang harus banyak bergerak sehingga pertumbuhan fisiknya dapat maksimal. Aturan permaian media ini sama seperti memainkan permainan ular tangga biasa. 

Istiyani mengkombinasikan unsur tradisional dan teknologi pada media ular tangga ini dengan menambahkan barcode yang diletakkan pada kotak-kotak di tiap langkah permainannya yang berisi informasi tentang materi keberagaman budaya yang akan dapat di lihat saat para pemain men-scan barcodenya.

 Tentu saja untuk melakukannya diperlukan hand phone yang sudah mendownload aplikasi barcode. 
Saat siswa men-scan barcode, akan terpampang aneka informasi tentang keragaman budaya Indonesia yang di sertai dengan pertanyaan. Bila mereka dapat menjawabnya maka mereka lanjut ke langkah selanjutnya, begitu seterusnya. Dengan menggunakan media pembelajaran ular tangga ini siswa dapat bermain sekaligus belajar. 
Hal serupa dilakukan oleh Merlinda. Dalam menyelesaikan tugas akhirnya Merlinda memilih untuk mengembangkan media Flashcard ber-barcode untuk mata pelajaran IPS untuk kelas 4 dengan tema Indahnya Keberagaman Budaya Indonesia. 

Bila pada flashcard umumnya hanya ditemui gambar dan tulisan dari nama benda tersebut, maka pada media flashcard yang di kembangkan oleh Merlinda berisi informasi lengkap tentang keberagaman Indonesia  mulai dari rumah adat, tarian, lagu daerah, bahasa, dan lain-lain.  Disini siswa juga memerlukan handphone yang memiliki aplikassi pembaca barcode. 

Flashcard ini bisa dibawa kemana saja karena ringan sehingga dapat digunakan untuk belajar dimana saja. Ukurannya dibuat sedikit besar agar gambarnya dapat terlihat jelas sehingga memungkinkan siswa untuk menunjukkannya di depan kelas dan siswa yang sedang duduk dapat melihatnya dengan jelas. Saat ini para siswa harus mampu menguasai teknologi dengan baik, dan sungguh hal yang luar biasa manakala unsur teknologi dan tradisional dapat berbaur dan digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran. 

Dengan semakin bervariasinya media pembelajaran yang bisa diakses oleh para pengajar dan siswa, proses transfer ilmu akan semakin mudah dilaksanakan. Kekhawatiran akan kesalahan pemahaman materi-pun dapat dihindari. Semoga media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh mahasiswa prodi PGSD UHAMKA ini dapat memperlancar kegiatan pembelajaran di sekolah dasar. Bagi para pengajar dan pelajar yang ingin menggunakan dan memiliki media yang dikembangkan oleh para mahasiswa ini dapat menghubungi prodi PGSD UHAMKA yang beralamat di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Penulis: Novanita W. Arini Dosen PGSD UHAMKA selaligus Pembimbing  Istiani Muniroh

Iklan Halaman Depan