Soal Polemik Politik Kebohongan, Teddy Sitorus: Lawan Jokowi ... Soal Polemik Politik Kebohongan, Teddy Sitorus: Lawan Jokowi Sesat Pikir ...
Soal Polemik Politik Kebohongan, Teddy Sitorus: Lawan Jokowi Sesat Pikir
Teddy Sitorus menanggapi pernyataan Sodik Mujahid soal pidato Jokowi untuk menghentikan politik kebohongan.
TRIBUNJATENG.COM - Juru Bicara tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin Teddy Sitorus menanggapi pernyataan Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mujahid soal pidato Jokowi untuk menghentikan politik kebohongan.
Dilansir TribunJateng.com, dari Kompas Petang, Sodik Mujahid menyampaikan tanggapannya, Senin (22/10/18).
Sodik Mujahid mengaku salut dengan pernyataan Jokowi yang meminta berhenti melakukan politik kebohongan.
Timses Prabowo itu juga mengungkapkan bahwa pidato Jokowi itu tidak menyindir Prabowo-Sandiaga.
Sodik Mujahid lantas menjabarkan kebohongan-kebohongan yang dilakukan Jokowi seperti kenaikan BBM, rangkap jabatan di kementerian, soal ekonomi meroket, mobil Esemka dan soal bantuan korban gempa di Lombok dan Palu.
Setelah itu, Sodik Mujahid membeberkan pernyataan sejumlah menteri yang melakukan politik kebohongan, misalnya kondisi saat menanggani gempa di Palu.
Baca: Jadwal Timnas U 19 : Indra Sjafri Belajar dari Piala Dunia
Baca: Menebak Siapakan Oknum Pejabat Yang Kecanduan Impor Seperti Yang Dilaporkan Rizal Ramli
Baca: Madrid Vs Plzen : Karim Benzema Samai Rekor Lionel Messi dan Raul Gonzalez
Baca: Hasil Liga 1 dan Klasemen Liga 1 Pekan ke 27 Liga 1 Indonesia
Kemudian, Sodik mengaku resah dengan kobongan yang dilakuan peme rintah.
Kemduian pernyataan Sodiq Mujahid tersebut ditanggapi oleh Timses Jokowi-Maruf, Deddy Sitorus menyebut bahwa Jokowi tidak menuding sebuah kelompok tas pidatonya.
Tak hanya itu, Deddy Sitorus juga menyebut bahwa kondisi Pilpres 2019 ini seperti pertandingan yang tidak seimbang.
"Seperti petinju kelas berat sama petinju kelas bulu, kadang-kadang kawan-kawan ini (lawan poltik Pak Jokowi) sesat pikir, mereka tidak bisa membedakan kebohongan dengan janji, tidak bisa membedakan teks dengan konteks," ucap Deddy Sitorus.
Halaman selanjutnya 12
Tidak ada komentar