Mengenal Aliko Dangote, Pengusaha Muslim Terkaya di Afrika - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mengenal Aliko Dangote, Pengusaha Muslim Terkaya di Afrika

Mengenal Aliko Dangote, Pengusaha Muslim Terkaya di Afrika

detikFinance / Sosok / Detail Berita Follow detikFinance Rabu, 12…

Mengenal Aliko Dangote, Pengusaha Muslim Terkaya di Afrika

detikFinance / Sosok / Detail Berita Follow detikFinance Rabu, 12 Sep 2018 07:33 WIB

Cerita Sukses

Mengenal Aliko Dangote, Pengusaha Muslim Terkaya di Afrika Danang Sugianto - detikFinance Aliko Dangote. Foto: Dok. ForbesAliko Dangote. Foto: Dok. Forbes Jakarta - Aliko Dangote merupakan pengusaha kenamaan asal Nigeria. Dengan nilai kekayaan bersih yang mencapai US$ 12,2 miliar atau setara Rp 180,56 triliun (kurs Rp 14.800), pria muslim ini menjadi salah satu orang terkaya di Benua Afrika.
Bisnis Dangote meliputi banyak jenis industri, termasuk sektor minyak dan gas bumi, barang-barang konsumsi dan manufaktur. Sekitar 80% dari pendapatan konglomeratnya berasal dari Dangote Cements yang telah mampu memproduksi sebanyak 44 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat 33% hingga 2020.
Dangote juga memiliki kilang gula terbesar kedua di dunia. Seluruh perusahaannya yang melantai di bursa efek Nigeria jika dihitung menguasai seperempat nilai kapitalisasi pasar dari seluruh jumlah emiten yang ada.
Melansir Investopedia, Rabu (12/9/2018), lahir pada 1957 di Kano State, Nigeria, Dangote tumbuh di keluarga pengusaha. Dia dibesarkan sebagai seorang muslim dan hidup sebagai masyarakat kelas atas sejak lahir.
Kakek Dangote, Sanusi Dantata, pernah disebut sebagai salah satu orang terkaya yang tinggal di Kano. Kakeknya itu memiliki bisnis dengan menjual komoditas seperti gandum dan beras.
Setelah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bersama kakeknya, Dangote dengan cepat menjadi tertarik dalam dunia bisnis.
"Saya ingat ketika saya masih di sekolah dasar, saya pergi membeli kotak permen dan saya akan mulai menjualnya hanya untuk menghasilkan uang. Saya sangat tertarik dalam bisnis, bahkan pada waktu itu," tuturnya.
Dangote terus melanjutkan pendidikannya hingga lulus dari Universitas Al-Azhar, salah satu universitas Islam bergengsi di Mesir. Di sanalah dia melanjutkan pendidikannya dalam bisnis.
Setelah lulus kuliah 1977, Dangote meminjam uang kepada pamannya sebesar US$ 3.000 untuk memulai bisnis. Dana itu untuk mengimpor komoditas pertanian dan menjualnya di Nigeria. Dua barang impor utamanya adalah beras dari Thaila nd dan gula dari Brasil.
Dia kemudian menjual barang-barang itu secara ritel dengan margin yang cukup menguntungkan. Usahanya itu dengan cepat berkembang. Kala itu laba bersihnya sudah mencapai US$ 10.000. Dengan keuntungan itu dia bisa membayar utang pamannya dalam waktu hanya 3 bulan.
Pada 1997, Dangote menyadari bahwa berbisnis hanya sebagai perantara tidak akan berkembang, sehingga dia mulai membangun pabrik yang menghasilkan apa yang telah dia impor dan jual selama 20 tahun sebelumnya.
Perusahaannya mulai memproduksi pasta, gula, garam, dan tepung. Sekitar waktu yang sama, Dangote dianugerahi perusahaan semen milik negara.
Dangote secara signifikan memperluas operasi perusahaan pada tahun 2005 dengan membangun pabrik manufaktur bernilai jutaan dolar. Pembangunan ini dibiayai dengan uang Dangote sendiri sebesar US$ 319 dan pinjaman US$ 479 juta dari Korporasi Keuangan Internasional Bank Dunia.
Dangote selalu menginvestasikan kembali sebagian besar keuntung annya kembali ke bisnisnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa perusahaannya berkembang pesat sejak awal.
Dangote beberapa tahun yang lalu juga mulai memasuki bisnis industri minyak dan gas, sektor yang sengaja dihindari sebelumnya. Dangote memang berbeda dengan pebisnis Nigeria kebanyakan yang memilih untuk terjun di industri migas.
Dangote membeli sebuah kilang minyak di Lagos pada 2007. Dia berharap bahwa kilang itu akan secara signifikan mengurangi ketergantungan Nigeria pada pemasok migas internasional. Kilang itu diharapkan menghasilkan setengah juta barel minyak per hari.
(ang/ang) Berita Terkait
  • Perjalanan Hidup Oprah, Superwoman Berharta Rp 42 Triliun
  • Perjalanan Jahja dari Tukang Sewa Kaset Video hingga Jadi Bos BCA
  • Perjuangan Jan Koum, Pendiri What sApp yang di-DO dari Kampus (2)
  • Perjuangan Jan Koum, Pendiri WhatsApp yang Di-DO dari Kampus (1)
  • Kisah Sri Prakash, Remaja India yang Jadi Orang Terkaya di RI
  • Dulu Diejek dan Putus Sekolah, Sekarang Malah Jadi Orang Terkaya
  • Jatuh Bangun Si Atlet Wanita Terkaya di Dunia
  • Imigran Paling Sukses di AS yang Sempat Jadi Pembantu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com News Feed
  • Analis Asing Sebut RI Masih Jauh dari Krisis Mata Uang

    Analis Asing Sebut RI Masih Jauh dari Krisis Mata Uang

    Rabu, 12 Sep 2018 12:38 WIB Dari hasil reset yang dikutip detikFinance, Rabu (12/9/2018), saat ini skor Damocles RI adalah 0 yang artinya Indonesia masih jauh dari potensi krisis.
  • Pamer Teknologi Minerba, Pengusaha Tambang Dunia Kumpul di Jakarta

    Pamer Teknologi Minerba, Pengusaha Tambang Dunia Kumpul di Jakarta

    Rabu, 12 Sep 2018 12:34 WIB Pengusaha tambang mineral dan batu bara (minerba) dari 9 negara, dari China hingga India kumpul di jakarta memamerkan teknologi di bidang minerba.
  • Jeda Siang IHSG Betah di Zona Positif Sesi I

    Jeda Siang IHSG Betah di Zona Positif

    Rabu, 12 Sep 2018 12:29 WIB Jeda siang ini, IHSG berada di hijau. IHSG menguat 21,785 poin (0,37%) ke 5.852,902. Indeks LQ45 naik 2,144 poin (0,23%) ke 923,932.
  • Pria Ini Jatuh Miskin Gara-Gara Bitcoin Terjun Bebas

    Pria Ini Jatuh Miskin Gara-Gara Bitcoin Terjun Bebas

    Rabu, 12 Sep 2018 12:14 WIB Saat itu ia menginvestasikan uangnya sebanyak US$ 120.000 (Rp 1,8 miliar) kemudian hanya dalam satu bulan melonjak jadi US$ 500.000 (Rp 7,4 miliar).
  • Dipercepat, Proyek Bandara    Buntu Kunik di Toraja Diguyur Rp 500 M

    Dipercepat, Proyek Bandara Buntu Kunik di Toraja Diguyur Rp 500 M

    Rabu, 12 Sep 2018 11:56 WIB Pembangunan awal bandara ini telah dikerjakan sejak 2011 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019.
  • Direksi Garuda Indonesia akan Dirombak Sore Ini

    Direksi Garuda Indonesia akan Dirombak Sore Ini

    Rabu, 12 Sep 2018 11:36 WIB Nasib Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury diputuskan sore ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
  • Meski Ha   rga Pakan Naik, Daging dan Telur Ayam Tetap Stabil

    Meski Harga Pakan Naik, Daging dan Telur Ayam Tetap Stabil

    Rabu, 12 Sep 2018 11:35 WIB Sebab harga komoditas tersebut dipengaruhi permintaan dan pasokan.
  • 5 Lokasi di Timur RI Ini Berpotensi Jadi Blok Minyak Raksasa

    5 Lokasi di Timur RI Ini Berpotensi Jadi Blok Minyak Raksasa

    Rabu, 12 Sep 2018 11:24 WIB Badan Geologi merekomendasikan lima wilayah di Kawasan Timur Indonesia yang berpotensi untuk ditemukannya lapangan minyak besar (giant field).
  • Pasokan Cabai dan Bawang Meningkat, Kementan: Harga Turun

    Pasokan Cabai dan Bawang Meningkat, Kementan: Harga Turun

    Rabu, 12 Sep 2018 11:15 WIB Harga aneka cabai dan bawang bulan Agustus di pasar induk dan pasar ritel Jakarta cenderung turun dengan persentasi signifikan dibandingkan bulan lalu.
  • Soal Wisma Atlet Dikomersilkan Tunggu Keputusan Setneg

    Soal Wisma Atlet Dikomersilkan Tunggu Keputusan Setneg

    Rabu, 12 Sep 2018 11:05 WIB "Kami akan segera melakukan serah terima rusun di Kawasan Kemayoran ini kepada pihak Setneg usai penyelenggaraan Asian Para Games 2018,"
  • Rupiah Tertekan Dolar AS, Harga Pakan Ternak Naik Rp 300-500

    Rupiah Tertekan Dolar AS, Harga Pakan Ternak Naik Rp 300-500

    Rabu, 12 Sep 2018 10:38 WIB Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih betah berada di angka Rp 14.855. Hal itu menyebabkan kenaikan di harga pakan ternak mulai mengalami kenaikan
  • Genjot Ekspor, Kementan Bidik Budidaya Anggrek Bulan

    Genjot Ekspor, Kementan Bidik Budidaya Anggrek Bulan

    Rabu, 12 Sep 2018 10:15 WIB Salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar ekspor yakni bunga Anggrek Bulan.
BERITA TERBARU +
  • Analis Asing Sebut RI Masih Jauh dari Krisis Mata Uang

    Analis Asing Sebut RI Masih Jauh dari Krisis Mata Uang Rabu, 12 Sep 2018 12:38 WIB

  • Pamer Teknologi Minerba, Pengusaha Tambang Dunia Kumpul di Jakarta

    Pamer Teknologi Minerba, Pengusaha Tambang Dunia Kumpul di Jakarta Rabu, 12 Sep 2018 12:34 WIB

  • Jeda Siang IHSG Betah di Zona Positif

    Jeda Siang IHSG Betah di Zona Positif Rabu, 12 Sep 2018 12:29 WIB

  • Pria Ini Jatuh Miskin Gara-Gara Bitcoin Terjun Bebas

    Pria Ini Jatuh Miskin Gara-Gara Bitcoin Terjun Bebas Rabu, 12 Sep 2018 12:14 WIB

Most
Popular Most
Popular Sumber: Google News Muslim Network: Koranmu Indonesia