Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

UHAMKA Perkenalkan media Pembelajaran Virtual Reality kepada Guru Muhammdiyah

Universitas Muhammdiyah Prof. Dr.Hamka Bekerjasama dengan Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Jakarta Timur menyelenggarakan  Pelatihan pembua...



Universitas Muhammdiyah Prof. Dr.Hamka Bekerjasama dengan Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Jakarta Timur menyelenggarakan  Pelatihan pembuatan media pem
belajaran kreatif dan iteraktif berbasis Virtual Reality ( VR ) yang diikuti oleh guru-guru sekolah dasar Muhammadiyah.


 Menurut Trisni Handayani dosen FKIP UHAMKA Guru-guru Muhamamdiyah  diharapkan mampu menggunakan Media Pemebelajaran Berbasis Teknologi  Virtual Reality dan
kegiatan ini positif dan perlu berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional, oleh karena itu perlu diikuti dengan baik dan tuntas ungkapnya

Keadaan guru yang kurang termotivasi dalam membuat media pembelajaran, mengakibatkan prestasi sekolah tidak meningkat. Sehingga guru sekedar hanya menggugurkan kewajiban saja hanya untuk mengajar. Begitu juga dengan rutinitas yang telah dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran dan sudah disibukan dengan kegiatan adminitratif yang harus diselesaikan oleh guru setelah pembelajaran berakhir, sehingga guru menganggap tidak ada waktu untuk membuat media pembelajaran. Lanjutnya

Dalam proses pembelajaran, Guru hanya mengandalkan satu metode atau bahkan tidak ada inovasi dalam proses pembelajaran sehingga guru kebingungan media apa yang  cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Aggapan guru bahwa media pembelajaran tidak penting, karena yang penting hanyalah bagamana materi itu dapat tersampaikan kepada peserta didik dengan baik dan tuntas ungkapnya

Mengingat dengan membaca buku atau sekedar mendengarkan materi mata pelajaran yang disampaikan guru sering kali terasa membosankan bagi para murid, khususnya mereka peserta didik di bangku sekolah dasar maka penggunaan media pemebelajaran menjadi alternatif yang sangat penting untuk menghilangkan kebosaan dan kejenuhan dalam pemebalajaran di kelas.  Tambah Trisni


Sementara itu Gufron Amirullah Sekretaris LPPM UHAMKA menyampaikan bahwaVirtual Reality ( VR) untuk pendidikan sangatlah tepat untuk menjadikan pelajaran menjadi lebih hidup, dan ini merupakan hal yang layak untuk dijadikan prioritas dalam dunia pendidikan di masa kini mengingat generasi Z (atau biasa dikenal sebagai generasi milenial) lebih tertarik dengan pembelajaran menggunakan media teknologi dibandingkan sekedar menggunakan media tradisional. Ungkapnya

 VR memungkinkan pembelajaran untuk memasuki inti emosional siswa dengan cara yang baru dan menarik.  Media  merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran yang terkadang diabaikan oleh guru, ternyata kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi guru-guru sekolah Muhammadiyah dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi menggunakan Virtual Reality. Sambung Gufron

Jika guru merasa sulit untuk membuat siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, VR dapat membantu meningkatkan keterlibatan, maka besar kemungkin penggunaan VR untuk pendidikan akan semakin bertumbuh di tahun-tahun mendatang. Meski teknologi ini hanya dianggap sebagai media hiburan semata beberapa tahun yang lalu, tetapi potensinya jauh lebih dari itu. Jika VR benar-benar diterapkan secara meluas di sekolah-sekolah, itu akan merubah metode pembelajaran menjadi lebih baik, tajam, dan efisien. Lanjutnya

 Sekolah di seluruh dunia mulai memasukkan VR dalam rencana pelajaran mereka VR untuk pendidikan juga akan memungkinkan siswa untuk mengalami masalah dengan cara mereka sendiri, membangun pengetahuan dari pengalaman mereka. Jadi, siswa dapat terlibat dalam masalah otentik, mengeksplorasi solusi dan dapat berkolaborasi dengan orang lain. Luar biasanya adalah, cara ini berhasil meningkatkan kemampuan belajar siswa yang berprestasi cukup rendah. Pungkasnya