Iklan


Redaksi KoranMu
30 Desember, 2021, 11.35 WIB
Last Updated 2021-12-30T04:35:41Z
Pendidikan

Edukasi Pencegahan Anemia Bagi Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta

Webinar bagi Siswa SMA Muhammadiyah 13 Jakarta

Koranmu Indonesia - Tim dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FIKES UHAMKA) berkolaborasi dengan mahasiswi FIKES UHAMKA dari Program Studi Ilmu Gizi dan Program Studi Kesehatan Masyarakat mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh LPPM UHAMKA.
 Kegiatan PKM ini dilakukan dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri dengan menggelar kegiatan webinar bagi siswi  SMA Muhammadiyah 13 Jakarta pada Minggu (26/12) dengan beberapa Narasumber diantaranya  Fitria, S.K.M., M.K.M dan Fildzah Badzlina S.Gz., M.K.M., dosen ilmu Gizi, beserta Nia Musniati S.K.M., M.K.M. dosen kesehatan masyarakat FIKES UHAMKA.

Nia Musniati, SKM., MKM Ketua pelaksana sekaligus narasumber  menyampaikan alasan dilaksanakan kegiatan ini adalah karena masih tingginya kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri. "salah satunya dapat disebabkan oleh masih kurangnya pengetahuan tentang anemia. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan edukasi ini maka pengetahuan siswi tentang anemia meningkat serta diikuti upaya mempraktikkan cara pencegahan anemia dalam kehidupan sehari-hari." ungkapnya     

Fitria, SKM., MKM menyampaikan materi tentang “Anemia pada Remaja Putri”. dan  memaparkan tentang definisi anemia, besaran masalah, gejala anemia, penyebab anemia pada remaja putri dan cara pencegahannya.

Sedangkan  Fildzah Badzlina, S.Gz., MKM menyampaikan materi tentang “Cegah Anemia dengan Gizi Seimbang” yang meliputi empat pilar gizi seimbang, isi piringku, dan contoh menu sehari untuk mencegah anemia. 
"Edukasi kepada remaja putri mengenai anemia merupakan salah satu tindakan preventif yang bisa dilakukan agar prevalensi anemia di Indonesia menurun. Remaja juga rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat gizi mereka meningkat akibat pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya namun kebiasaan makan mereka masih banyak yang tidak seimbang." Ungkapnya

"Remaja putri sering kali melakukan diet yang keliru karena ingin menurunkan berat badan, seperti mengurangi konsumsi nasi dan protein hewani. Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa protein hewani merupakan makanan yang kaya akan sumber zat besi. Untuk memenuhi kebutuhannya, remaja putri dapat menerapkan pola makan gizi seimbang sehingga pertumbuhan dan perkembangannya juga maksimal. Selain itu, jika menerapkan pola makan gizi seimbang, makanan yang dikonsumsi oleh remaja putri menjadi lebih bervariasi, Hal tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan zat gizi remaja putri, baik zat gizi mikro maupun zat gizi makro." Sambungnya

 Kegiatan edukasi ini dimoderatori oleh mahasiswi Prodi Ilmu Gizi, Devi Annisa Mulyawati. Media yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini meliputi slide power point, video, dan leaflet yang dipaparkan saat webinar dan juga dikirimkan melalui whatsapp group siswi. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 55 siswi. Peserta melebihi target sasaran. Mereka cukup antusias mengikuti kegiatan ini dengan aktif bertanya.