Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Muhammadiyah: Peran Politik Indonesia Telah Diakui Dunia ...

Muhammadiyah: Peran Politik Indonesia Telah Diakui Dunia ... KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Umum PP Muhammadiyah Hader Nasir dalam pengajian PP...

Muhammadiyah: Peran Politik Indonesia Telah Diakui Dunia ...

Ketua Umum PP Muhammadiyah Hader Nasir dalam pengajian PP Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (9/3/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Umum PP Muhammadiyah Hader Nasir dalam pengajian PP Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai bahwa saat ini kiprah Indonesia telah diakui oleh dunia internasional.

Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) periode 2019-2020.

Raihan prestasi tersebut menjadi bukti atas apa yang selama ini dilakukan Pemerintah Indonesia di ranah internasional. Itu menujukkan bukti pengakuan dunia atas kiprah Indonesia di kancah dunia,” ujar Haedar melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Haedar mengatakan, Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Menlu Retno Marsudi selama ini telah berhasil memainkan peran politik luar negeri Indonesia, sehingga Indonesia memperoleh tempat di mata dunia.

Baca juga: Indonesia Kembali Jadi Anggota DK PBB, demi Apa?

Menurut dia, dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis tentu posisi di PBB tersebut sangat strategis.

“Posisi tersebut dapat dijadikan forum dan media untuk memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan,” tuturnya.

Selain itu, kata Haedar, Muhammadiyah berharap pemerintah lebih proaktif dan progresif menjadi juru damai dan mencari solusi dalam sejumlah konflik dan gejolak politik antar negara Islam, khususnya di Timur Tengah serta kawasan lain yang berkonflik.

"Termasuk dalam menyelesaikan persoalan Rohingya dan Palestina," kata Haedar.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB diumumkan oleh Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lacjak kemarin di New York, Amerika Serikat.

Indonesia pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Dalam periode 2019-2020 Indonesia akan memulai tugasnya pada Januari mendatang. Selain Indonesia, pada periode pemilihan dan keanggotaan ini terpilih juga Belgia, Republik Dominika, Jerman, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan resminya mengatakan, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan fokus kepada penguatan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, meningkatkan sinergi dengan sesama anggota, mendorong terbentuknya Global Comprehensive Approach untuk menangani tero risme, radikalisme dan ekstremisme.


Berita Terkait

Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Diharapkan Makin Aktif Tuntaskan Masalah Palestina

Minta Dukungan Jadi Anggota DK PBB, Jokowi Kirim Wamenlu ke San Marino

Menlu Bersyukur Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB untuk Kali Keempat

Raih 144 Suara, Indonesia Jadi Wakil Asia Pasifik di Dewan Keamanan PBB

Terkini Lainnya

Waspadai Penyempitan Jalan di KM 42 Tol Cikampek

Waspadai Penyempitan Jalan di KM 42 Tol Cikampek

Megapolitan 10/06/2018, 20:17 WIB Aher: Kampus IPB di Sukabumi Sesuai Tuntutan Jaman Milenial

Aher: Kampus IPB di Sukabumi Sesuai Tuntutan Jaman Milenial

Regional 10/06/2018, 20:16 WIB Restoran KFC di Inggris Akan Jual Menu Vegetarian

Restoran KFC di Inggris Akan Jual Menu Vegetarian

Internasional 10/06/2018, 20:05 WIB PAN Serius Wacanakan Amien Rais Jadi Capres 2019

PAN Serius Wacanakan Amien Rais Jadi Capres 2019

Nasional 10/06/2018, 20:00 WIB Hari Ini Dalam Sejarah: Pulpen Dipatenkan di Argentina

Hari Ini Dalam Sejarah: Pulpen Dipatenkan di Argentina

Internasional 10/06/2018, 19:52 WIB Sandiaga: Tidak Ada Sopir yang Narkoba, tetapi Banyak yang Tensinya Tinggi

Sandiaga: Tidak Ada Sopir yang Narkoba, tetapi Banyak yang Tensinya Tinggi

Megapolitan 10/06/2018, 19:50 WIB Gagal Menyalip Bus, Mobil Te   rjun ke Sawah

Gagal Menyalip Bus, Mobil Terjun ke Sawah

Regional 10/06/2018, 19:50 WIB Presiden Donald Trump Tiba di Singapura

Presiden Donald Trump Tiba di Singapura

Internasional 10/06/2018, 19:38 WIB Polisi Akan Tertibkan Pengendara yang 'Drifting' di Jalan Raya

Polisi Akan Tertibkan Pengendara yang "Drifting" di Jalan Raya

Megapolitan 10/06/2018, 19:34 WIB Sohib Bang Biem Deklarasi Prabowo-Anies untuk Pilpres 2019

Sohib Bang Biem Deklarasi Prabowo-Anies untuk Pi lpres 2019

Nasional 10/06/2018, 19:31 WIB Antusiasme Perempuan Jadi Penyelenggara Pemilu Dinilai Masih Rendah

Antusiasme Perempuan Jadi Penyelenggara Pemilu Dinilai Masih Rendah

Nasional 10/06/2018, 19:11 WIB Jadi DK PBB, Indonesia Diminta Suarakan Perang Terhadap Terorisme dan Radikalisme

Jadi DK PBB, Indonesia Diminta Suarakan Perang Terhadap Terorisme dan Radikalisme

Nasional 10/06/2018, 18:59 WIB Polisi Pulangkan Terduga Pelaku Pelemparan Batu di Tol Cikampek

Polisi Pulangkan Terduga Pelaku Pelemparan Batu di Tol Cikampek

Megapolitan 10/06/2018, 18:53 WIB Bawaslu Pastikan Perkuat Keterwakilan Perempuan di Internal

Bawaslu Pastikan Perkuat Keterwakilan Perempuan di Internal

Nasional 10/06/2018, 18:37 WIB Remisi Idul Fitri Hemat Biaya Makan Napi Rp 32 Miliar

Remisi Idul Fitri Hemat Biaya Makan Napi Rp 32 Miliar

Nasional 10/06/2018, 18:26 WIB Load MoreSumber: Google News Indonesia | Koranmu Indonesia

Tidak ada komentar

Ads Place