Zakat dan Pergolakan Orang Miskin Opini Zakat dan Pergolakan Orang Miskin Abdul W...
Opini Zakat dan Pergolakan Orang Miskin
Abdul Wahid, Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) dan Pengurus AP HTN/HAN. (Grafis: TIMES Indonesia) Minggu, 10 Juni 2018 - 14:07 2.03k TIMESINDONESIA, MALANG â" DI TENGAH masyarakat, masih mudah terbaca tentang opsi paradigma "berbahasa darah" dalam menyelesaikan persoalan dendam, kecemburuan, atau disparitas daripada duduk bersama dengan paradigma rekonsiliasi, paradigma persaudaraan kerakyatan (ukhuwah istirakiyah), dan pemanusiaan manusia.
Begitu pun masih demikan gampang ditemukan terjadinya tragedi sosial yang sejatinya berakar dari persoalan kecil atau âpenyakitâ kemasyarakatan yang sebenarnya gampang menyembuhkannya.
Ada pepatah berbunyi âthe danger of small mistakes is that those mistakes are not always smallâ atau bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil. Kata mutiara ini mengingatkan kita, bahwa kita tidak boleh mengabaikan masalah atau membuat âkecilâ suatu problem sosial yang sebenarnya kita mampu mengatasinya.
Zakat merupakan kewajiban bagi setiap pemeluk agama (Islam) yang seharusnya mampu digunakan untuk menjawab problem sosial, khususnya kemiskinan dan kepapaan masyarakat, namun hingga sekarang kewajiban ini terasa belum membekas sebagai manfaat social.
Itu mengindikasikan ada potensi besar dana zakat yang belum terkelola dengan baik, juga masih gampan gnya masyarakat kecil (miskin) yang rentan tergoda melakukan dan meledakkan kekerasan, bahkan berani mempertaruhkan nyawa saat ada bagi-bagi zakat di bulan ramadhan. Dalam kasus seperti ini, Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan âjika seseorang jujur mengeluarkan zakat, maka tidak ada lagi kemiskinanâ.
Salah satu problem sosial yang tidak boleh dianggap kecil adalah masalahnya âorang-orang kecilâ (miskin). Bukan âorang-orang kecilâ ini lantas dikonklusikan identik dengan sumber penyakit sosial, akan tetapi permasalahan orang kecil yang dialinasikan atau tidak diperhatikan maksimal oleh negara, cenderung bisa menjadi beban serius yang sesekali potensial mengusik harmonisasi kehidupan bermasyarakat atau bernegara.
You can tell friends this news!| Jurnalis | : | Abdul Wahid (CR-057) |
| Editor | : | AJP-5 Editor Team |
| Publisher | : | Rochmat Shobirin |
Berita Lainnya
5.33k Lebaran Bar-baran (Disela Obrolan)
5.00k Merawat Warisan Ramadhan
1.98k Gigantic Awareness Nahdliyin
1.84k Lebaran, Mewujudkan Masyarakat Berkeadaaban
8.63k Surat Cinta untuk Sahabat PMII di Jawa Timur
2.12k Jati Diri Manusia
9.25k Regenerasi Manajamen Pelayanan Publik di Era Good Governance
6.41k Puncak Kebahaagiaan Ramadhan
6.65k
Tidak ada komentar