Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik ...

Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik ... Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik Diekspresikan Berlebihan Wa...

Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik ...

Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik Diekspresikan Berlebihan

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding meminta semua pihak untuk tetap menjaga kebhinekaan dalam kampanye Pemilu

Karding: Kebhinekaan Terancam karena Pilihan Politik Diekspresikan BerlebihanTribunnews.com/ Vincentius JyesthaSekretaris Jenderal PKB, Abdul Kadir Karding di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding meminta semua pihak untuk tetap menjaga kebhinekaan dalam kampanye Pemilu 2019.

Jangan sampai menurutnya pilihan politik diekspresikan berlebihan sehingga merusak kebhinekaan.

Baca: Penahanan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diperpanjang

"Pilpres ini harus kita jaga jangan sampai tujuan sesungguhnya hakikatnya adalah membangun persatuan, menjaga kebhinekaan ini, hilang gara-gara stres gara-gara , gara-gara pilihan-pilihan politik yang diekspresikan berlebihan, ujar Karding dalam diskusi Empat Pilar MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (28/9/2018).

Menurutnya berdasarkan survei kondisi sekarang ini cukup mengkhawatirkan. 40-50 persen konten yang beredar di media sosial merupakan hoax atau kabar palsu. Bila terus diulang, kabar palsu tersebut akan menjadi kebenaran publik.

"Ini tentu PR besar bagi kita, kalau berita bohong secara terus menerus dijajaki, di repetisi kalau dalam bahasa marketingnya itu, diulang terus menerus m aka dia akan menjadi kebenaran publik," katanya.

Lebih khawatir lagi menurutnya, sekarang ini tidak jarang fitnah dilontarkan menggunakan fasilitas keagamaan. Seperti yang kemudian ia laporkan ke penegak hukum.

"Sebenarnya malas saya ngadu-ngaduin begitu, saya nggak kenal dengan ustad Waloni tetapi saya adukan karena pernyataannya di YouTube itu jelek sekali, tidak menghargai pemimpinnya, mencaci maki orang lain, nyinyir, sekarang ini ada pusat Nyinyir Nasional. dan ini menurut saya ga boleh terjadi kalau mau persatuan, kebhinekaan ini dijaga," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail Editor: Malvyandie Haryadi Ikuti kami di Video Bencana Tsunami yang Memporak-porandakan Bangunan saat Gempa 7,7 SR Guncang Donggala S ulteng Sumber: Politik

Tidak ada komentar

Ads Place