Cara Keren BAZNAS Kenalkan Zakat di Dunia Internasional DREAM.CO.ID > DINAR (...
DREAM.CO.ID > DINAR

(Sumber Foto: BAZNAS)
BAZNAS mengajak dunia menerapkan ekonomi zakat dalam mengelola perekonomian global.
Dream - Beberapa orang mungkin menganggap zakat hanya berlaku untuk umat Muslim. Namun,perlahan konsep tersebut mulai diterapkan secara global, mengingat zakat sendiri memiliki manfaat yang cukup besar, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Hal inilah yang diupayakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Betapa tidak, BAZNAS mengajak dunia menerapkan ekonomi zakat dalam mengelola perekonomian global. Dengan zakat yang dikelola dengan ideal, akan meningkatkan kehidupan masyarakat miskin, bukan hanya dalam perekonomian tetapi juga meningkatkan spiritual. Hal ini pun disampaikan langsung Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA CA menyampaikan hal tersebut dalam Annual IMF-World Bank Group Meetings 2018 pada Cluster 3 âInclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequalityâ di Bali, Rabu (10/10).
Bambang menjadi pembicara bersama Senior Vice President World Bank, Dr Mahmoud Mohieldin, Direktur Wahid Institut, Yenny Zannuba Wahid dan Chief Economist and Director General of Economic Research and Regional Cooperation Departement ADB, Yasuyuki Sawada.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyampaikan empat rekomendasi dalam pengelolaan zakat yang ideal.
âMenteri Keuangan pada seminar internasional di Yogyakarta tahun lalu mengatakan, pengumpulan zakat harus dikelola seperti cara mengelola pajak. BAZNAS sangat setuju dengan hal ini dengan konsekuensi empat hal,â katanya.
Lantas, apa saja empat hal tersebut? Pertama, Menurut Bambang, saat ini zakat masih menjadi pilihan untuk masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki. Seharusnya zakat menjadi kewajiban, seperti pada kewajiban pajak yang melekat pada masyarakat, baik individu maupun institusi. Adapun yang kedua adalah masalah hubungan zakat dengan pajak. Menurut Bambang, seharusnya zakat menjadi pengurang pajak, namun saat ini zakat masih menjadi pengurang penghasilan kena pajak.
âKetiga, masalah zakat seharusnya tidak terdesentralisasi karena menyangkut masalah keuangan dan keagamaan,â ungkapnya.
Nah, rekomendasi terakhir ialah bahwa Undang-undang no. 23/2011 tentang pengelolaan zakat dan Undang-undang no. 26/2008 tentang pajak harus direvisi. Bambang mengatakan, pentingnya zakat dikelola seperti pajak ini karena manfaat zakat akan dua kali lipat lebih besar jika zakat telah diwajibkan oleh negara.
âPotensi zakat sangat bergantung dengan kebijakan insentif pajak. Potensi zakat dengan asumsi zakat sebagai pengurang pajak sebesar Rp217 Triliun pada 2010 atau sebesar 3,40% dari Produk Domestik Bruto. Namun dengan kondisi saat ini dimana zakat hanya sebagai pengurang penghasilan kena pajak, potensi zakat di tahun 2010 hanya sekitar Rp100 Triliun atau 1,57 dari produk domestik bruto,â jelasnya.
Sementara dengan perhitungan yang sama, pada 2017 potensi optimal dengan kebijakan insentif pajak zakat sebagai pengurang pajak, akan sebesar Rp462 triliun. Namun kenyataannya, zakat yang terhimpun hanya Rp6,2 triliun atau 2,92 persen dari potensi.
âHal ini disebabkan kebanyakan perusahaan tidak mau membayar zakat karena tidak signifikan mengurangi pajak,â katanya.
Meski demikian, zakat tetap memberikan harapan besar. Peningkatan dari penghimpunan zakat ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar di angka 5,37 persen. Angka ini akan terus meningkat, karena pertumbuhan kelas muzaki dan trend hidup syariah yang se makin diminati.
Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami
Terkait

Cari-Temu, Aplikasi Baznas yang Bisa Mencari Korban Bencana

Maksimalkan Bantuan, BAZNAS Bangun Emergency Center di Palu

Peduli Korban Bencana, BAZNAS Kirim Mobil Rescue ke Palu

Tempuh Perjalanan 16 Jam, Tim BAZNAS Masuki Kota Palu Lewat Jalur Darat

Begini Cara Baznas Kembangkan Pengelolaan Zakat

Baznas Kembangkan Ukuran Keberhasilan Pemberdayaan Zakat
Jangan Lewatkan

Kisah Pilu `Robin Hood` Curi Uang Rp17 M dari Orang Kaya

Suntik Rp2 Triliun, Ilham Habibie Cs Kuasai Bank Muamalat

Getaran Sampai Bali, Gempa Situbondo Tak Ganggu Pertemuan IMF-World Bank

Dokumen Syarat CPNS Terunggah Ganda? Begini Solusinya

Kiat Tepat Renca nakan Liburan ke Dufan Bareng Keluarga

19 Tahun Tak Pernah Masuk Restoran, Kini Bos Rumah Makan

Sri Mulyani Harap Keuangan Syariah Biayai Infrastruktur

Ikut Seleksi CPNS 2018? Admin Twitter BKN Kasih Nasihat Bijak
MoreEditor's Pick
-
Bentuk Alis Terbaik untuk Pemilik Wajah Chubby

-
Kisah Pilu `Robin Hood` Curi Uang Rp17 M dari Orang Kaya

-
Kini Kaya Raya, Siapa Sangka Begini Kondisi Kontrakan Raffi Ahmad 2005 Silam

-
Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan Tubuh, Ibu Hamil dan Bayi

-
Viral Guru SMA Jakarta Diduga Pengaruhi Siswa Benci Jokowi

Trending
-

Ahli Peringatkan Penghuni Bumi Cuma Punya Waktu 11 Tah un Cegah Akhir Dunia
-
Tren Judul Film Horor Indonesia Pakai 1 Kata
-

Surat Einstein Tentang Tuhan Dijual Rp22 Miliar, Isinya...
-

Grab Angkat Bicara Kasus Pelecehan Seksual Driver GrabCar
-

Bukan Goreng atau Rebus! Ini Cara Paling Sehat Mengolah Jamur
Tidak ada komentar