Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur

China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur ...

China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur

China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur Logo BBC Oleh:

ABC

Rabu, 10 Oktober 2018 08:00 WIB China Dilaporkan Lakukan Pemindahan Massal Tahanan Muslim Uighur

Akses perjalanan kereta api ke Provinsi Xinjiang, China, yang selama ini sangat ketat, ditutup tanpa batas waktu mulai 22 Oktober. Hal ini memicu spekulasi adanya upaya Beijing menutupi keberadaan kamp-kamp tahanan massal untuk warga Muslim Uighur di sana.

Laporan menyebutkan para tahanan Muslim itu sedang dipindahkan ke berbagai penjara di provinsi-provinsi yang jauh.

Beberapa waktu terakhir China menjadi sorotan internasional karena tindakan keras terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di wilayah di China barat laut.

Sekitar 2 juta penduduk - termasuk 1 juta Muslim Uighur (10 persen dari populasi) - telah ditahan di kamp-kamp yang penuh sesak di Xinjiang.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan tahanan tersebut dipenjara tanpa tuduhan dan dipaksa menjalani pendidikan ulang politik.

Penduduk minoritas lainnya hidup dalam kondisi berat, diawasi tak henti-hentinya dan dibatasi ruang geraknya.

Laporan tersebut menyebutkan para tahanan dipindahkan ke provinsi Gansu serta daerah lainnya termasuk Heilongjiang, ribuan kilometer dari sana.

Disebutkan, China menggunakan taktik ini untuk lebih mengendalikan penduduk Muslim serta mengontrol arus informasi tentang pelanggaran HAM.

James Leibold, spesialis China di La Trobe Uni versity, mengatakan kecaman dunia tas isu ini telah "mempermalukan" Beijing.

Namun, katanya, pemerintah China sama sekali tidak berniat mendengarkan desakan dunia internasional untuk mengizinkan pemantau HAM independen memasuki wilayah itu.

"Mereka berencana mempersulit untuk mengetahui apa yang terjadi pada warga Uighur, Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya yang menghilang dari rumah dan masuk ke tahanan," katanya.

A map of Xinjiang and surrounding regions
Wilayah Xinjiang di China berbatasan dengan delapan negara lain termasuk negara-negara bekas Uni Soviet.

Supplied: Google Maps

Menurut laporan Radio Free Asia, transfer para tahanan dimulai awal tahun ini. Laporan penutupan akses kereta api diperkirakan jadi petunjuk meningkatnya operasi tersebut.

K oran resmi pemerintah China People's Daily mengumumkan penjualan tiket penumpang yang datang dan keluar dari Xinjiang akan ditangguhkan mulai 22 Oktober.

Sumber-sumber di Gansu dan provinsi-provinsi tetangga menyatakan kereta api masih tampak keluar-masuk Xinjiang, tapi mengangkut penumpang yang tidak membayar.

Sebuah lokasi wilayah pertanian bernama Li Xin di Gansu telah mendapat perhatian karena disebut-sebut sebagai lokasi pemindahan penduduk Muslim.

Strategi rekayasa budaya dan politik

Dr Leibold menjelaskan penghentian penjualan tiket kereta dan penutupan jalan yang tiba-tiba, menunjukkan adanya upaya untuk memindahkan orang dalam jumlah besar.

Radio Free Asia menyatakan 300.000 tahanan etnis minoritas akan diangkut dalam beberapa minggu mendatang. Sementara tahanan dari propinsi lain akan mengisi kekosongan Penjara di Xinjiang.

Wide shot of Kashgur, China
Kota Kashgar merupakan jantung kebudayaan Uighur di barat laut China.

ABC News: Matthew Carney

"Ini masalah besar secara logistik," ujar David Brophy, peneliti China di University of Sydney, kepada ABC.

"Dampaknya bukan hanya pada transportasi keluar-masuk Xinjiang, tetapi juga di sekitarnya," katanya.

Dr Brophy mengatakan pemindahan tahanan dari tempat lain ke Xinjiang mengindikasikan kebijakan ini lebih untuk mengendalikan tahanan Muslim, bukan kepadatan kepadatan penjara.

China tidak pernah mengakui keberadaan kamp-kamp tahanan ini. Mereka berdalih kebijakan kerasnya di Xinjiang untuk melawan terorisme.

Wilayah ini dikenal memiliki gerakan separatis yang telah lama.

Dalam tanggapannya kepada ABC, Kedutaan Besar China di Australia mengacu pada konferensi pers Kemenlu China pada 22 September.

Saat itu juru bicara Kemenlu Geng Shuang mengatakan "langkah-langkah yang diterapkan di Xinjiang dimaksudkan untuk meningkatkan stabilitas, pembangunan, solidaritas dan kehidupan masyarakat".

Namun menurut Dr Leibold, pendekatan Beijing terhadap apa mereka disebut sebagai "virus ekstremisme" tampak semakin "radikal".

"Strategi ini tampak sebagai upaya rekayasa budaya dan politik terhadap seluruh populasi," katanya.

Rekayasa budaya dan politik tersebut, katanya, merupakan upaya membentuk populasi ini sesuai norma-norma budaya dan politik etnis mayoritas Han di China.

A child rests near the entrance to a mosque where a banner in red reads "Love the party, Love the country".
Tulisan di pintu masuk se buah masjid di Kashgar berbunyi "Cintai Partai (Komunis), Cintai Negara".

AP: Ng Han Guan, File

Diterbitkan oleh Farid Ma'ruf Ibrahim dari artikel ABC Australia.

Lihat Juga


Terkait Rekomendasi
  • Diperiksa Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais: Upaya Kriminalisasi

    Diperiksa Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais: Upaya Kriminalisasi

    2 jam lalu
  • Istri Indro Warkop Meninggal, Presiden Jokowi Kirim Ucapan Duka

    Istri Indro Warkop Meninggal, Presiden Jokowi Kirim Ucapan Duka

    2 jam lalu
  • Panas Terik, Pengungsi Gempa Palu Terkenang Rumah yang Nyaman

    Panas Terik, Pengungsi Gempa Palu Terkenang Rumah yang Nyaman

    2 jam lalu
  • Tiket Hangus, DKI Minta Ratna Sarumpaet Kembalikan Uang Saku

    Tiket Hangus, DKI Minta Ratna Sarumpaet Kembalikan Uang Saku

    2 jam lalu
  • Foto
  • Diperiksa Polda, Amien Rais Dikawal Massa 212 dan 300 Pengacara

    Diperiksa Polda, Amien Rais Dikawal Massa 212 dan 300 Pengacara

    2 jam lalu
  • Rolls Royce Cullinan, SUV Anti Peluru dengan Harga Selangit

    Rolls Royce Cullinan, SUV Anti Peluru dengan Harga Selangit

    3 jam lalu
  • 6 Musisi Peraih Piala American Music Awards 2018

    6 Musisi Peraih Piala American Music Awards 2018

    3 jam lalu
  • Gaya Camila Cabello Raih Piala Pertama di American Music Awards

    Gaya Camila Cabello Raih Piala Pertama di American Music Awards

    4 jam lalu
  • Video
  • Usai Bersaksi di Polda, Amien Rais Akan Bongkar Kasus Lama di KPK

    Usai Bersaksi di Polda, Amien Rais Akan Bongkar Kasus Lama di KPK

    1 jam lalu
  • Kisah Korban Gempa Palu Donggala Enggan Tinggalkan Rumah

    Kisah Korban Gempa Palu Donggala Enggan Tinggalkan Rumah

    2 jam lalu
  • Lebih dari 200 Ribu Pengunjung Ramaikan Nuit Blanche Taipei 2018

    Lebih dari 200 Ribu Pengunjung Ramaikan Nuit Blanche Taipei 2018

    3 jam lalu
  • Sehari Setelah Ultah, Istri Indro Warkop Embuskan Napas Terakhir

    Sehari Setelah Ultah, Istri Indro Warkop Embuskan Napas Terakhir

    4 jam lalu

  • terpopuler
  • 1

    Prostitusi di Apartemen Center Point Bekasi Sudah Lama Dicurigai

  • 2

    Kata Komandan Paspampres Soal Anggotanya yang Tekuk Jari Warga

  • 3

    Ramai-Ramai Mendesak KPK Punya Nyali soal Laporan Indonesialeaks

  • 4

    Amien Rais Bakal Bongkar Kasus Mandeg, Ini Tanggapan KPK

  • 5

    Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran

  • Fokus
  • Teka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

    Teka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

  • Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

    Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

  • BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

    BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

  • Atlet Asian Para Games Diprioritaskan di Jalan Protokol dan Tol

    Atlet Asian Para Games Diprioritaskan di Jalan Protokol dan Tol

  • Terkini
  • 4 Fakta Karir dan Kehidupan Pribadi Nikki Haley, Dubes AS di PBB

    4 Fakta Karir dan Kehidupan Pribadi Nikki Haley, Dubes AS di PBB

    1 jam lalu
  • Kesan Raffi Ahmad Terhadap Presiden Jokowi

    Kesan Raffi Ahmad Terhadap Presiden Jokowi

    1 jam lalu
  • Anies Baswedan Sebut OK OTrip Nama yang Tak Punya Makna, Kenapa?

    Anies Baswedan Sebut OK OTrip Nama yang Tak Punya Makna, Kenapa?

    1 jam lalu
  • BCA Siapkan Rp 2 Triliun untuk Pengembangan IT pada 2019

    BCA Siapkan Rp 2 Triliun untuk Pengembangan IT pada 2019

    1 jam lalu
  • Nemanja Matic Cedera Bersama Serbia, Manchester United Merana

    Nemanja Matic Cedera Bersama Serbia, Manchester United Merana

    2 jam lalu
  • Kondisi Sudah Gawat, Ayo Cegah Penyakit Tropis Terabaikan

    Kondisi Sudah Gawat, Ayo Cegah Penyakit Tropis Terabaikan

    2 jam lalu
  • Fashion Goo Hara, Paduan Gaya Feminin dan Edgy

    Fashion Goo Hara, Paduan Gaya Feminin dan Edgy

    2 jam lalu
  • Harga Minyak Mentah Naik, Pertamax Jadi Rp 10.400 per Liter

    Harga Minyak Mentah Naik, Pertamax Jadi Rp 10.400 per Liter

    2 jam lalu
  • Tiket Hangus, DKI Minta Ratna Sarumpaet Kembalikan Uang Saku

    2 jam lalu
  • MMA: McGregor Tak Kena Sanksi, Hanya Disarankan Istirahat Sebulan

    MMA: McGregor Tak Kena Sanksi, Hanya Disarankan Istirahat Sebulan

    2 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Tersangka Kasus Hoax Ratna Sarumpaet Ajukan Tahanan Kota

    Ratna Sarumpaet mengajukan status tahanan kota setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax terkait cerita penganiayaan dirinya.

    Sumber: Google News Muslim Network: Koranmu Indonesia

    Tidak ada komentar

    Ads Place