Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kampanye ...

Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kampanye ... Pilpres 2019 Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kamp...

Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kampanye ...

Pilpres 2019

Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kampanye Politik

Hal tersebut disebutnya sebagai politik kebohongan yang tentu dapat merusak peradaban demokrasi.

Permainan Hoaks Dinilai sebagai Model Baru dalam Kampanye PolitikIntisari15 informasi tentang kesehatan ini ternyata hoaks.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menilai kasus hoaks atau berita bohong penganiayan aktivis Ratna Sarumpaet merupakan model baru dalam kampanye politik.

"Demokrasi elektoral mengambil bentuk yang pa ling buruk melalui "permainan hoaks" sebagai model baru kampanye politik," kata Boni saat menjadi pembicara diskusi berjudul 'Politik Kebohongan dan Demokrasi Elektoral' di Gado-Gado Boplo Satrio, kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2018).

"Sejalan dengan politik identitas yang berkembang kuat sejak tahun 2016, kampanye hitam melalui penyebaran fitnah dan rekayasa fakta pun berkembang," sambung Boni.

Boni menjelaskan, berita hoaks tersebut bisa membentuk persepsi politik masyarakat.

Hal tersebut disebutnya sebagai politik kebohongan yang tentu dapat merusak peradaban demokrasi.

"Daya rusak dari politik kebohongan bersumber pada energi kebencian yang menggerakkan para pelaku politik untuk memobilisasi dukungan dengan menebar fitnah, ilusi dan propaganda hitam yang tidak berbasis fakta," tegasnya.

Boni pun menganalisis alasan politik kebohongan dimainkan sebagai bentuk kampanye.

Boni m engatakan ada dua situasi yang dapat membentuk politik kebohongan.

"Pertama, kubu penantang mengalami kebuntuan dalam menyajikan narasi politik yang rasional yang berbasis gagasan dan program. Oposisi menjadi tidak kreatif bahkan tidak cerdas dalam membangun kritik," sebut Boni.

"Kedua, Jokowi sebagai petahana sulit dilemahkan dengan pendekatan kinerja atau dengan membedah sosok. Kinerja pemerintahan yang berjalan dengan normal dan sosok Jokowi yang masih menjadi magnet publik adalah hambatan terbesar bagi oposisi untuk melakukan upaya delegitimasi dengan cara yang elegan dan etis. Politik kebohongan adalah jalan pintas," pungkas Boni.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengaku sebagai pembuat hoaks terbaik dalam drama penganiayaan dirinya di Bandung. Ratna meminta maaf kepada banyak pihak, termasuk kepada pihak yang selama ini dikritiknya.

Editor: Ravianto Sumber: Tribunnews Ikuti kami di Video Detik-detik 180 Hektare Tanah 'Mencair', 2.000 Rumah Hancur Terseret saat Gempa di Palu Sumber: Politik

Tidak ada komentar

Ads Place