Muhammadiyah Tidak Membiarkan Warganya Memilih Presiden Tanpa Pedoman - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Muhammadiyah Tidak Membiarkan Warganya Memilih Presiden Tanpa Pedoman

Mantan ketua Umum Pimpian pusat Muhammdiyah Amien Rais saat menghadiri Peringatan Milad ke-106  Muhammadiyah Selasa (20/11) di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur  mengungkapkan bahwa warga Muhammadiyah itu tersebar di sejumlah p…


Mantan ketua Umum Pimpian pusat Muhammdiyah Amien Rais saat menghadiri Peringatan Milad ke-106  Muhammadiyah Selasa (20/11) di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur  mengungkapkan bahwa warga Muhammadiyah itu tersebar di sejumlah partai politik, di antaranya di PAN, PKS, PPP, dan Golkar. 

Artinya pada Pileg, Muhammadiyah boleh saja membebaskan kader-kadernya memilih sesuai pilihan masing-masing. Namun untuk Pilpres,  Muhammadiyah harus jelas memberikan dukungan. Pilpres hanya satu kursi dan menentukan, jadi kita tahu itu kabinet presidensial, presiden itu menentukan sekali, jadi untuk presiden haru jelas," ungkapnya 

Warga Muhammadiyah, haruslah memberikan dukungnya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.Sudah jelas, pilih yang tidak suka mengkriminalisasi ulama, yang tidak suka bohong janjinya, yang tidak segala macam lah, enggak usah menyebut nama,"  lanjutnya .

Senada dengan itu Muhammad Izzul Muslimin mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa Sepanjang ingatan saya, sejak adanya Pemilihan Presiden secara langsung di Indonesia, Muhammadiyah selalu membuat pedoman dan petunjuk bagi warganya.Pedoman dan petunjuk itu dimaksudkan agar warga Muhammadiyah tidak dibiarkan memilih pemimpin negara yang sangat penting bagi masa depan Indonesia sehingga tidak sembarangan memilih atau salah pilih. Pedoman dan petunjuk itu berisi antara lain tentang prinsip-prinsip sikap Muhammadiyah yang harus diperhatikan warganya.ungkapnya 

Muhammadiyah tidak ingin warganya terjebak dalam politik tanpa nilai sehingga ketika memilih pemimpin negara hanya berdasar pertimbangan pragmatis apalagi transaksional, dan mengabaikan apa yang menjadi semangat amanat penderitaan rakyat. memang tidak pernah secara eksplisit menentukan apalagi menyebut siapa yang harus dipilih, karena pada dasarnya Muhammadiyah menyadari bahwa warganya cukup memiliki pemahaman, kecerdasan, dan kematangan politik sehingga mampu menerjemahkan apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar ke-Muhammadiyahan.Terangnya 

Dalam konteks inilah Prof. HM. Amien Rais mengingatkan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah pasti juga akan mengeluarkan pedoman dan petunjuk menghadapi Pilpres 2019 nanti.Jika sampai tidak ada pedoman dan petunjuk (dan itu kemungkinan besar tidak akan terjadi), maka wajar jika sebagai sesepuh Muhammadiyah Pak Amien siap 'menjewer'.

Tentu ungkapan tersebut adalah ciri khas Pak Amien yang sudah menjadi pemahaman umum bagi warga Muhammadiyah. Jika ada warga Muhammadiyah yang tidak paham dengan ungkapan Pak Amien tersebut, barangkali masih belum lama jadi warga Muhammadiyah. Pungkasnya 


Tidak ada komentar