Seminar PAUD UHAMKA: Istri Gubernur minta Guru PAUD harus visioner - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Seminar PAUD UHAMKA: Istri Gubernur minta Guru PAUD harus visioner

Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini FKIP UHAMKA bekerjasama dengan Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) DKI Jakarta Menyelenggarakan Seminar Nasional bertema Membangun PAUD Berkualitas dan Berkemajuan Dalam Menghadapi Revolus…


Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini FKIP UHAMKA bekerjasama dengan Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) DKI Jakarta Menyelenggarakan Seminar Nasional bertema Membangun PAUD Berkualitas dan Berkemajuan Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 pada Sabtu (9/2/2019). Di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta.

Ketua Program Studi PG PAUD UHAMKA Amelia Vinayastri S.Psi, M.Pd mengatakan penyelenggaraan seminar nasional tersebut sesuai dengan visi Prodi PAUD UHAMKA yakni terwujudnya PG PAUD yang menghasilkan lulusan professional dan unggul dalam kecerdasan spiritual, intelektual, emosional dan social di tingkat nasional pada 2020. Melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan, inspirasi dan implementasi yang tepat kepada para peserta.

Anak-anak PAUD tersebut akan menjadi generasi milenial. Merekalah yang akan menjadi pemain utama pada tahun emas kemerdekaan Indonesia. Sehingga mereka harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Bunda PAUD DKI Jakarta Fery Farhati dalam sambutan melalui video mengingatkan bahwa guru PAUD harus menjadi guru yang visioner yang memandang jauh ke depan. Yakni guru yang bisa membedakan antara kepentingan sesaat dan kepentingan anak di masa depan.

Fery yang merupakan Istri dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menvontohkan, kita cenderung ingin anak tampil dipanggung, dalam usaha ini kita sering mengesampingkan perasaan anak, lupa bahwa anak stress, takut pada situasi yang dipaksakan. Guru PAUD harus mengedepankan kepentingan anak,” Ungkapnya

Menurut Dekan FKIP UHAMKA Dr. Desvian Bandarsyah Diperkirakan pada kurun 15 tahun sampai 20 tahun yang akan datang, ada 100 juta sampai 170 juta penduduk usia produktif yang menjadi penentu nasib bangsa yang saat ini mereka masih duduk di bangku PAUD,”

Menurutnya Saat ini keberadaan PAUD sudah mulai menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan nasional. Terbukti Kemendikbud sudah membentuk unit kerja tersendiri yang mengurus PAUD yakni Ditjen PAUD dan Kesmas.

Penguatan lembaga yang mengurus PAUD itu lanjut Desvian tentu membutuhkan aksi nyata di lapangan terkait penyediaan infrastrktur, sarana dan prasarana yang dibutuhkan lembaga PAUD. Termasuk juga penguatan mutu dan kualitas guru-guru PAUD serta tingkat kesejahteraan guru PAUD.

Tidak ada komentar