Pemberdayaan Pedagang Mikro Melalui Gadai Syari'ah - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pemberdayaan Pedagang Mikro Melalui Gadai Syari'ah

Sudah menjadi ritme kegiatan ekonomi di Indonesia pada saat menjelang bulan ramadhan sampai di hari raya akan terjadi lonjakan permintaan akan berbagai kebutuhan rumah tangga. Waktu-waktu tersebut merupakan bulan penuh berkah da…



Sudah menjadi ritme kegiatan ekonomi di Indonesia pada saat menjelang bulan ramadhan sampai di hari raya akan terjadi lonjakan permintaan akan berbagai kebutuhan rumah tangga. Waktu-waktu tersebut merupakan bulan penuh berkah dan panen rezeki bagi seorang pedagang mikro dan pedagang lainnya.

Namun seiring waktu muncul pula permasalahan yang kerap menghampiri mereka, apalagi kalau bukan kendala permodalan dalam rangka menambah stock barang dagang guna memenuhi lonjakan akan permintaan.

Kisah di bawah ini dimana seorang pedagang  (pengusaha mikro) merupakan contoh nyata mewakili jutaaan pedangang mikro lainnya yang terjadi sehari-hari.

Berawal dari perjumpaaan kami antara penulis dengan mbok Tulkiyem (nama samaran) pada saat penulis menemani istri berbelanja di salah satu kawasan pasar tradisional kebayoran lama, kegiatan ini merupakan aktifitas favorit dan kegemaran istri penulis dibandingkan dia harus berbelanja di Mall atau Supermarket atau minimarket.  Alasannya hitung-hitung membantu melariskan pedagang kecil, itulah jawaban yang pernah ia lontarkan pada saat saya tanyakan perihal tersebut.

Dengan keluguan yang dimilikinya mbok Tulkiyempun bercerita dan bertanya kepada saya, bahwa saat ini dirinya sedang bingung untuk mendapatkan tambahan modal dalam rangka menambah stock barang dagangan.  Beberapa orang yang ia telah temui dengan harapan dapat memberikan solusi justru selalu menawarkan pinjaman namun berbunga tinggi.

Singkat cerita saya bertanya, adakah barang berharga yang masih mbok miliki. Dengan suara lirih dan pelan mbok pun menjawab, iya saya masih memimilki satu-satunya satu pasang anting emas anak saya dengan berat tidak lebih dari dua gram.

Lanjut cerita sayapun memberi saran kepada mbok Tulkiyem agar mbok pergi ke lembaga keuangan (perusahaan gadai syariah) resmi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  untuk soluai mendapatkan pinjamannya.

Mbok pun melontarkan pertanyaan kembali, iya mengapa harus ke perusahaan gadai emas syariah, kenapa engga ke lembaga pinjaman lainnya?

Saya pun menjawab beberapa hal alasan terkait pertanyaan si mbok tadi dengan menggunakan bahasa sederhana yang ia mudah mengerti, beberapa alasan yang saya utarakan kepada si mbok diantaranya:
1. Kebutuhan dana si
    mbok bersifat
    temporer dan
    berjangka waktu
    pendek yakni 1 s/d 2
    bulan saja karena
    selepas hari raya
    tingkat penjualan
    barang  akan normal 
    seperti hari-hari biasa.
2.  Dalam rangka
     memnfaatkan dana
     talangan (Qord)
     secara maksimal
     untuk modal usaha
     pembelian seperti
     penambahan barang 
     dagangan sehingga
     pelunasan
     diakhir periode jatuh
     tempo sangatlah
     cocok jika model
     pengembaliannya ini
     diterapkan dan sangat
     bertentangan dengan 
     model pengrmbalian
     secara angsuran
     pokok dan sewa titip
     (installment).
3. Mekanisme gadai
    adalah model yang
    cocok dengan ritme
    usaha si mbok.
4. Dalam rangka
     membangun dan
     memelihara
     kepercayaan maka
     barang gadai yang
     disimpan (rahn) dapat
     dijadikan barang
     jaminan.
5. Sebagai jasa atas
     penyimpanan barang
     gadai maka
     perusahaan gadai
     syariah dapat
     meminta biaya jasa
     penyimpanan emas si
     mbok berupa biaya
     sewa tempat (Ijarah)
     dengan tarif yang
     didasarkan atas
     biaya real yang
     terjadi sebenarnya
     dan tidak dikaitkan
     atau perhitunggannya
     tidak didasarkan pada
     jumlah nominal
     talagan yang 
     diberikan.
6. Dengan mbok pergi
     bertransaksi ke
     perusahaan gadai
     syariah dibawah
     pengawasan OJK, iya
     secara tidak langsung
     mbok akan mendapat
     jaminan pelindungan
     konsumen dari
     praktek bunga yang
     mencekik karena     
     lembaga tersebut
     diawasi OJK.
7. Barang gadai yang
    disimpan oleh
    perusahaan  gadai
    syariah akan dijamin
    keamanannya (hilang)
    dari praktek ilegal   
    merugikan si mbok.
8. Memberikan  bantuan
    pinjaman modal bagi
    usaha mikro haruslah 
    dilandasi dengan
    adanya pembinaan 
    (technical assistant)
    baik dalam rangka
    menumbuhkan  rasa
    tanggung jawab
    maupun dalam rangka
    memotivasi mereka
    untuk mempunyai
    rasa percaya diri
    dalam berusaha.

Singkat cerita saya pun melanjutkan menemani istri ke pedagang lainnya.

Paska lebaran kami pun  bertemu kembali di tempat yang sama. Nampak ada perbedaan dari wajah si mbok yang terlihat lebih semangat dan ceria, ia pun memulai pertemuan ini dengan menyapa lebih dahulu kami,  sambil mengucapkan rasa terima kasih kepada kami atas saran solusi yang penulis pernah sampaikan ke si mbok.  Tidak saja perubahan wajah si mbok namun terlihat pula wajah lapak jualan si mbok kini ikut berubah dimana barang yang dijajakan  terlihat lebih banyak jumlah dan ragamnya yang menandakan usaha si mbok kini sedikit demi sedikit telah berkembang.

Demikianlah csrita singkat yang memberikan ilustrasi bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan dengan menggunakan mekanisme gadai syariah,.
Mudah-mudahan memberikan inspirasi kita bahwa dalam membantu terkadang tidak hanya sekedar memberi umpan saja namun terkadang juga memberikan kail/ pancing justru akan lebih memberikan maslahat.Semoga hal ini dapat menambah khasanah pengetahuan kita dalam bidang keuangan syariah. Aamiin yra

Edisi Literasi Keuangan Syariah Penulis: Deni Nuryadin Dosen FEB UHAMKA

Tidak ada komentar