Iklan

KoranMu Indonesia
04 Desember, 2017, 18.09 WIB
Last Updated 2017-12-04T11:11:42Z

Reputasi yang Dipertaruhkan Bagi Samsung

Reputasi yang Dipertaruhkan Bagi Samsung

 

Reputasi yang Dipertaruhkan Bagi Samsung

Menyusul imbauan untuk menghentikan produksi dan penjualan di seluruh dunia Samsung mempertaruhkan reputasi merk hp ternama itu. Demi menjaga  keselamatan pengguna ponsel, pihak Samsung menganjurkan kepada pemilik Samsung note 7 untuk mengganti dengan tipe hape Samsung yang lain atau ponsel merk lainnya.

e-commerce Branding Brand melakukan survey yang menunujukan bahwa loyalitas konsumen Samsung mulai memudar karena peristiwa note 7.

Bukannya memilih model lain dr brand Samsung, bahkan responden sudah menyentuh angka 30% untuk berpaling ke brand lain seperti iPhone.

Sementara 40%nya memilih untuk tidak menggunakan produk Samsung lagi karena trauma, selebihnya 30% orang menimbang nimbanag untuk tidak lagi menggunakan ponsel smartphone tipe apapun.

Dan selebihnya didapati juga sekitar8% pelanggan yang menggunakan Samsung Galaxy note 7 memiliki pilihan lain seperti ponsel Galaxy Pixel.

Adapun data lainnya sejumlah 62% masih loyal dengan android, tapi tidak dengan merek Samsung karena mendapati trauma tersendiri. Dengan kejadian tersebut, banya kesempatan terbuka bagi produsen lain untuk mengambil alih posisi merek ponsel terkemuka di dunia yang masih dipmpin oleh Samsung.

“Yang diutamakan oleh konsumen pasti adalah keamanan dariperangkat tersebut, jadi wajar saja jika mereka memilih menjatuhkan pilihan pada ponsel merk lain. Dari pihak Samsung memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan hape Galaxy note 7, namun untuk saat ini mash jadi pertimbangan para pelanggan dalam memilih merek handphone”, ujar co-founder dan ceo branding brand chris Mason.

Prediksi analisis yang dikemukakan dari Edison Investment Research,sejalan dengan hasil survey, ‘ujian’ Samsung membuka kesempatan besar bagi pencetak produksi salah satunya seperti Google untuk menjerat target pasar yang di ramalkan oleh Richard Windsor.

Sekitar 1000 responden terlibat untuk survey yang dilakukan, diantaranya berusia 18 hingga 65 tahun pada tanggal 11 hingga 12 Oktober yang tentu saja menciptakan peluang yang sangat besar bagi para produsen lain seperti merk Sony, HTC, Huawei dan produk lainnya yang mulai merintis di pasaran.

Mengakhiri produksi dan penjualan Samsung Galaxy Note7 akan berdampak positif bagi rsebagian produsen pnsel pintar, karena menghilangnya Galaxy Note dari pasaran membuat sejumlah produsen smartphone menggebu gebu untuk menggantikan kedudukan Galaxy Note 7 selama setahun ke depan.

Kehampaan yang ditinggalkan Galaxy Note 7, kemungkinan terbesarnya akan terisi oleh Apple dengan series iPhone 7 plus, lalu disusul o;eh Google Pixel yang berukuran 5,5 inci, serta beberapa supplier dari negri tirai bambu ini yang siap bertempur di kawasan Negara berkembang.

Rivalitas yang ketat akan terjadi, menggantikan posisi Galaxy Note 7 di kawasan Asia oleh fasilitator perangkat android, menurut hasil analisis Neil Mawston dari perusahan riset Strategy Analytics.

“Ketimpangan bisa saja diisi oleh rival mereka, Apple dan Google pixel, walaupun akan ada kemungkinan dari merek lain yang pamor nya akan hidup juga seperti Oppo, Vivo, LG, Dan Sony akan mendapatkan laba yang sangat menjanjikan” kata Mawston yag dikutip dari Reuters, Selasa (11/10)

Sementara itu, ketiadaan Galaxy Note 7 di pasar akan di rasakan karena meningkatnya pangsa pasar Apple dan juga Huawei, yang dikutip oleh firma riset Trend Force.

Analis Jan Dawson dari Jakdaw mengtakan, “Sebagian besar permintaan konsumen sekarang akan beralih ke tiga merek besar asal China, Huawei, Vivo, dan Oppo,"

Dari kubu Samsung sendiri harus menimbang nimbang untuk menekan jumlah kerugian akibat keputusan pemberhentian produksi dan penjualan Galaxy note 7. Namun kebalikannya dengan series sebelumnya yaitu Galaxy Note 5. Menurut data Strategy Analytics yang terjual sebanyak 15 juta per unit selama 4 kuartal yang berakhir pada bulan Juni 2016.

Gelar posisi produsen ponsel pintar terbesar di dunia akan diperjuangkan kembali demi kedudukan awal Samsung, dengan meluncurkan Galaxy S 7 yang memiliki layar lebih kecil. Yang akan mendongkrak penjualan Galaxy S 7, Samsung bisa mempertahankan margin yang besar dari ponsel andalan.

Ramalan perusahaab finansial Credit Suisse, bahwa kerugian yang dialami Samsung bisa mencapai angka US$17 M atau sekitar Rp. 221 T akibat kegagalan dalam penjualan Galaxy Note 7.

Kerugian tersebut merupakan hassil ramalan Credit Suisse jika Samsung benar benar menutup penjualan Galaxy Note 7. Dapat diartikan bahwa Samsung mengalami kerugian sebanyak 19 juta unit ponsel pintar atau setara dengan uang hamper sekitar US$17 M yang di cita citakan Samsung dari siklus produk Galaxy Note 7 ini.

Tidak hanya kerusakan dalam hal keuangan, peristiwa yang terus menerpa Galaxy Note 7 ini diramalkan para analis akan mempengaruhi pamor atau citra merek ponsel ternama ini dalam jangka panjang.

Salah satu analis lain juga berpendapat bahwa insiden Galaxy Note 7 ini akan berdampa pada bisnis komponen Samsung, mengingat Samsung juga menyediakan jasa membuat beberapa komponen kunci ponsel seperti layar, memori sampai dengan cip.

History Galaxy Note 7

Setumpuk masalah yang menerpa Galaxy Note 7 melambung seminggu sesudsh perangkat itu dijual di 10 negara pada 19 Agustus, dengan perkara ponsel terbakar dan meledak di Negara Korea selatan lalu dibelakangi di negeri paman Sam yaitu Amerika Serikat dan Australia.

Samsung pun membuat strategi dengan menarik kembali peredaran 2.5 juta Galaxy Note 7 dari pasar pada tanggal  2 September, dan mengklarifikasikan bahwa komponen batrai pada perangkat ponsel tersebut mengalami masalah,. Penarikan produk Galaxy Note 7 dari pasaran ini merupakan proporsi terbesar yang pernah dialami Samsung.

            Pada tanggal 1 Oktober Samsung kembali meluncurkan produk Galaxy Note 7 yang diyatakan aman oleh pihak Samsung, tetapi sejumlah laporan ponsel tebakardan meledak kembali terdengar.  Pihak samsugpun  memutuskan untuk benar benar berhenti memproduksi dan menjual produk Samsung Galaxy Note 7  pada 11 Oktober.

Kandasnya Galaxy Note 7 di pasar ponsel pintar menggegerkan Samsung sebagai perusahaan teknologi mengenai kelanjutan lini produknya di masa depan.

Garis produk Galaxy Note seakan menjadi pertaruhan besar bagi pihak Samsung pasca peristiwa Galaxy Note 7 yang masih bermasalah setelah diganti dengan vers note 7 baru.

Akibat insiden ledakan Galaxy Note 7 tersebut, Samsung terpaksa harus memberhentikan Penjualan dan produksi ponsel tersebut di seluruh dunia.

            Prediksi yang diambil dari lembaga riset pasar Korea Insight Institute, kasus tersebut seperti ‘mencoreng’ brand Note dari Samsung.

            “Samsung sendiri dianjurkan untuk menghilangan brand Note, mengingat para pelanggan kemungkinan masih merasa brand itu meninggalkan trauma ketika Note 8 dirilis”, kata pimpinan perusahaan Kim Duk Jin media kore Herald

            Warta jurnal terbaru yang dipapaprkan oleh Korea Insight Institute yang dimuat dari data analisis Konan Technology, tanggapan negative tentag Galaxy Note semakin memuncak sejak ponsel pintar itu dirilis 2 bulan yang lalu.

    Nama : Rizki Aulia Fitri Nim    : 1502025230 Kelas  : 5D Sumber Gambar : https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiM6a3NlfDXAhXEMY8KHffsDzUQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fmakassar.tribunnews.com%2F2016%2F10%2F12%2Fselamat-tinggal-galaxy-note-7-ini-alasan-samsung-stop-produksi&psig=AOvVaw0RDGmYs4-zOC7LJUpQp4bH&ust=1512470415075764 Sumber : https://www.duniaku.net/tag/samsung-galaxy-note-7/