Guyon Produktif ala Muhammadiyah, Dana Rp 1,8 M pun Terkumpul Post Views: 163 SEMANGAT BERWAKAF â" Didampingi Kiai Baidhowi, M...
Post Views: 163

SEMANGAT BERWAKAF â" Didampingi Kiai Baidhowi, Mbah Pri yang pensiunan guru itu menaiki panggung untuk menerima sertifikat wakaf dari panitia karena telah rela mewakafkan uang Rp 75 juta.
AKHMAD SAEFUDIN
BATANG â" Prosesi peletakan batu pertama RSI PKU Muhammadiyah Batang oleh Prof Dr HM Din Syamsudin MA, Ahad (26/11) lalu, menyisakan catatan inspiratif di sekitar menggairahkannya tradisi wakaf warga persyarikatan. Meski penuh guyonan segar, penggalangan di tempat saat acara groundbreaking itu, nyatanya mampu menghimpun dana hingga Rp 1,8 miliar.
âInsya Allah, ini jenis guyonan produktif ala Muhammadiyah Batang. Penggalangan dana penuh guyon yang dipimpin Pak Haji Muslim nyatanya juga efektif menghimpun dana hin gga Rp 1,8 miliar,â tutur Ketua Tim Fundraising RSI PKU, Muntoro Abdurahman, Senin (27/11).
Guyonan cerdas yang menggugah semangat berwakaf itu pertama dicetuskan Ketua Panitia Pembangunan RSI PKU, dr Kusdarmadji Sp PD. Dia menilai warga Muhammadiyah Batang itu unik dan nekat, meski jumlahnya minim tapi bermimpi punya rumah sakit senilai Rp 50 M.
âTiga hari ini Batang diguyur hujan, alhamdulillah pagi ini malah cerah sekali. Tapi harapan kami, pembangunan RSI tetap hujan pendanaan,â ucapnya disambut tawa ribuan jamaah tabligh akbar peletakan batu pertama RSI PKU, Ahad lalu.
Bupati Wihaji yang juga hadir di acara, pun menyampaikan sambutan penuh canda di hadapan Prof Din Syamsuddin. Kata dia, Kabupaten Batang memang ditakdirkan untuk guyub rukun. Sementara gedung PDM dan lokasi pembangunan RSI PKU berada di Jl Wahid Hasyim, seorang tokoh NU, gedung PCNU justru berada di Jl Ahmad Dahlan, sang pendiri Muhammadiyah.
âPembangunan RSI ini sudah membantu pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan. Jadi kita support, insya Allah 2018 dianggarkan Rp 500 juta untuk RSI. Lah, kui kan pemerintah, terus Bupatine piro? Kalem, saya pribadi insya Allah bantu semampunya. Ya kalau Direktur PDAM nyumbang Rp 25 juta, Bupati yo di atasnya,â ujarnya mengundang tawa dan tepuk tangan yang hadir.
Keputusan panitia menghadirkan H Muslim, Ketua PDM Kendal, pun terbukti efektif. Dengan gayanya yang galak dan humoris, membacakan satu persatu form kesanggupan wakaf dari jamaah. Pria berjenggot lebat itu juga tak segan turun ke tengah-tengah jamaah menanyakan kesanggupan wakaf.
âWong Indonesia kui biasane nggowo duit okeh nek ng mall tok, nek pengajian malah ra nggowo duit. Lah iki sampean kabeh tak jaluk kesanggupane go mbangun RSI, ben mlebu suwargo,â ucapnya.
Dalam kesempatan itu, panitia juga memberikan sertifikat wakaf kepada orang-orang yang telah menunjukan semangatnya mendukung pembangunan RSI. Salah satu yang inspirati f adalah Mbah Hj Prihatin dari Proyonanggan Utara, pensiunan guru yang telah lanjut usia itu rela mewakafkan Rp 75 juta dari uang yang setiap hari dia sisihkan.
âAlhamdulillah, penggalangan dana sejak awal, mulai Mei 2016 sampai Oktober 2017, terkumpul dana Rp 3,2 miliar, sementara saat groundbreaking kemarin terhimpun Rp 1,8 M. jadi, total dana RSI yang sudah terhimpun dari infaq, sodaqoh dan wakaf saat ini mencapai rp 5 miliar,â terang Muntoro. (sef)
Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo
Sumber: Google News Muhammadiyah
Tidak ada komentar