Kapolres sumedang Akbp hari brata SIK melakukan silaturahim dengan pengurus Muhammadiyah Sumedang Tujuan dengan tujuan menjalin hubun...
sebbagai salah satu ormas yang menopang keutuhan NKRI, Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari pemahaman yang menyebabkan disintegrasi bangsa dan pecah belah umat.
Kapolres sumedang AKBP Hari Brata SIK, dikenal sebagai sosok yang senang bersilaturahim ke pondok pesantren dan para ulama serta gemar mengunjungi daerah terpencil untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat ini merupakan sosok yg memiliki pemahaman agama yang mendalam.
Sebelum dipindahkan ke sumedang, hari brata bertugas sebagai kapolres kabupaten mura dan muratara daerah musirawas palembang. Karena sering mengunjungi daerah yg jauh dari perkotaan beliau diberi gelar kehormatan "Temanggung Menang" oleh tetua adat suku anak dalam (SAD).
ketua Muhammadiyah sumedang Dr. KH Dadang Wahyudin menyambut baik atas silaturahim kapolres:
Pada hakekatnya Islam itu damai dan tidak ada Islam Radikal yg mengajarkan kekerasan. Kalo pun ada itu karena salah pemahaman dan perlu diluruskan. ungkapnya
wakil ketua muhammadiyah Sumedang Supala, M.Ag juga sangat mengapresiasi silaturahim kapolres beserta jajarannya, karena selama ini belum ada kapolres yg silaturahim ke muhammadiyah Muhammadiyah adalah pendiri bangsa, pendiri NKRI. Semenjak berdiri hingga saat ini tetap Istiqomah dlm menjaga Negara ini. ungkspnya
Karena Muhammadiyah memandang Indonesia sebagai Negara Pancasila Daarul Ahdi Wassyahadah (Negeri yg didirikan atas konsensus/perjanjian bersama seluruh anak bangsa yang majemuk dengan berbagai latar belakang perbedaan baik agama, ras dan suku. Serta negeri persaksian yang harus diisi dengan kebaikan dan kemajuan sehingga menjadi negeri yang diharapkan yaitu Darussalam: Negeri baldatun thoyyibatun warrobbun ghofur).lanjutnya
Sejarah mencatat banyak kader-kader muhammadiyah yang telah berkontribusi besar dalam memajukan bangsa ini. Soekarno, suharto, juanda, panglima soedirman, kibagus hadikusumo, kasman singodimedjo, buya Hamka, dll.lanjutnya
Tanggapan ketua Aisyiyah sumedang Hj.Isni Supriyatin Sinergisitas program Aisyiyah dengan bhayangkari mesti ditempuh krn banyak kesamaan program utk memajukan masyarakat.
Tanggapan penasehat Muhammadiyah Sumedang: Dr. H Mochamad Yusuf Sangat mengapresiasi silaturahim ini Muhammadiyah senantiasa berkontribusi utk kemajuan bangsa dan negara. Disumedang sejak didirikan pada 7 juli 1951 s.d sekarang, Muhammadiyah sumedang memiliki 27 sekolah (mi, mts/smp, SMK/MA), 1 perguruan tinggi, 10 Taman kanak kanak. Itu dari aspek pendidikan. Dari aspek kesehatan telah memiliki klinik Aisyiyah. Itu adalah bukti nyata kontribusinya.
etua pemuda Muhammadiyah sumedang; Dodi partawijaya
yang ikut hadir memiliki Harapan besar polres bisa membantu program pemuda dan bersinergi.



Tidak ada komentar