Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Menilik Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari - Pengantar Ilmu Ekonomi

Menilik Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari - Pengantar Ilmu Ekonomi   Terkait dalam kehidupan manusia di kesehariannya, setiap tin...

Menilik Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari - Pengantar Ilmu Ekonomi

  Terkait dalam kehidupan manusia di kesehariannya, setiap tingkah laku individu tidak bisa lepas dari kegiatan ekonomi. Berikut penjelasan detail terkait kalimat tersebut. Pertama, Ilmu Ekonomi adalah suatu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam keterbatasan dan kemampuan seseorang membutuhkan suatu hal sehingga individu tersebut dapat memperoleh kebutuhannya sesuai kemampuan dan individu lain mampu menyediakan kebutuhan barang atau jasa tersebut. Pada tahun 1976, Adam Smith mencestukan ilmu ekonomi modern melalui bukunya yang bertajuk An Inquiry into The Nature and Causes of the Wealth of Nations. Prinsip dasar ekonomi pasar yang memberikan peranan individu-individu secara bebas menentukan suatu pilihan atas kebutuhan barang atau jasa, dijelaskan dalam buku tersebut. Teori  ekonomi yang berasal dar Adam Smith disebut juga sebagai mahzab ekonomi klas ik dan dikelompokkan sebagai ekonomi mikro. Sebab hal tersebut, Adam Smith dijuluki sebagai “Bapak” dari ilmu ekonomi. Sejak era Adam smith dengan latar belakang revolusi industri di Inggris hingga era globalisasi yaitu jaman sekarang/modern, dalam perkembangannya ilmu ekonomi menunjukkan perkembangan yang selalu mengarah pada memaksimalkan daya kepuasan seseorang dengan memanfaatkan berbagai  sumber daya yang minim. Hal tersebut mengindikasikan bahwa apabila seseorang ingin memenuhi kepuasannya terhadap bervariasi barang dan jasa yang terdapat dalam perekonomian, maka dibutuhkan suatu metode agar tujuan tersebut tercapai. Dalam penerapan di kehidupan nyata, seorang individu tidak akan mampu terlepas dari suatu kegiatan ekonomi, yang berwujud memproduksi, mengonsumsi, serta melakukan pertukaran barang atau jasa tersebut. Kegiatan ekonomi sendiri berarti semua bentuk kegiatan yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang bermacam-macam. Misalnya, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, Seorang individu A menempuhnya dengan memasak makanan. Dalam kegiatan memasak tersebut akan menghasilkan suatu makanan maka hal itu termasuk kegiatan memproduksi. Saat si A merasa lapar, maka ia memakan hasil masakannya tersebut. Kegiatan ini memasuki tahap kegiatan ekonomi mengonsumsi. Dan apabila ia membutuhkan barang atau jasa lain, ia dapat menjual masakannya dan berubah menjadi uang. Hal tersebut menunjukan bahwa ia melakukan kegiatan pertukaran. Proses yang sederhana tersebut akan terjadi secara berulang-ulang dan akan melibatkan individu lain sehingga dapat terjadi kegia tan ekonomi antar individu. Gambaran tersebut mengingatkan kita terhadap definisi ilmu ekonomi yang dicetuskan Paul A. Samuelson, yaitu Ilmu ekonomi merupakan suatu studi dimana individu atau masyarakat menggunakan berbagai sumber daya yang langka dan terbatas untuk memproduksi barang atau jasa serta mendistribusikannya ke berbagai seseorang dan masyarakat. Sementara ekonomi sendiri berarti “seseorang yang mengatur rumah tangga” yang diambil dari bahasa Yunani. Lalu bagaimana dengan kelangkaan dan pilihan ekonomi dalam kehidupan manusia? Dalam definisi ilmu ekonomi tersebut, terdapat dua pengertian yang menjadi poin utama dalam ekonomi, yaitu perihal kelangkaan sumber daya dan bagaimana menyiasati penggunaan sumber daya tersebut secara efisien untuk pemenuhan kebutuhan individu yang sulit dibatasi. Kelangkaan sumber daya tersebut disebabkan oleh kebutuhan individu atau masyarakat yang tak terbatas dengan faktor produksi yang tersedia tidaklah seimbang. Dikarenakan kelangkaan barang atau jasa yang tersedia di masyarakat maka akan timbul suatu prsaingan antar individu untuk memperoleh barang atau jasa tersebut. Persaingan disini diartikan sebagai kemampuan tiap oramg dalam melakukan pengorbanan demi mendapatkan hal yang dibutuhkannya. Sedangkan barang dan jasa yang diperoleh melalui suatu pengorbanan disebut barang ekonomi. Masalah yang terdapat dalam kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas biasanya dari keterbatasan sumber daya atau lebih dikenal sebagai faktor produksi. Oleh sebab itu, manusia diharuskan dapat membuat pilihan dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memaksimumkan kepuasannya, yang dapat direfleksikan dalam bentuk kesejahteraan individu atau masyarakat. Pendapatan yang dimiliki seorang individu dapat menjadi sumber daya yang dapat ia gunakan sebagai alat untuk memperoleh barang dan jasa. Akan tetapi, barang dan jasa yang tersedia di pasaran yang jumlahnya sangat banyak mempunyai tingkatan harga yang berbeda untuk setiap jenisnya. Sehingga pendapatan yang terbatas dan perbedaan tingkat harga menjadi sebuah kendala yang akan membuat individu mampu menentukan pilihan barang/jasa mana saja yang ia dapatkan agar dapat memaksimalkan kepuasannya. Pengorbanan yang dilakukan oleh seorang individu dalam menetapkan pilihannya terhadap suatu barang, akan mengakibatkan berkurangnya atau bahkan ketidak mampuan seseorang yang bersangkutan untuk memperoleh barang lain. Hal tersebut disebut dengan biaya kesempatan (opportunity cost).
  1. EKONOMI POSITIF DAN EKONOMI NORMATIF
Ekonomi positif merupakan suatu pendekatan ekonomi yang memahami, menganalisa, mempelajari berbagai perilaku dan proses bekerjanya aktifitas ekonomi,  tanpa menggunakan pandangan subjektif untuk menyatakan kebaikan atau keburukan dari sudut pandang ekonomi. Subjetivitas ini seringkali disebut dengan value judment. Pendekatan ini mendeskripsikan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi, dengan membubuhkan berbagai keterangan penguat yang bersifat kuantitatif atau angka-angka. Sedangkan, Ekonomi normatif adalah suatu pendekatan ekonomi yang mempelajari tingkah laku ekonomi yang terjadi , dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan perkiraan atau subjektif. Metode pendekatan ini merupakan sebuah penganalisaan terhadap suatu kejadian ekonomi yang bersifat praduga untuk menilik sebab serta akibat dari kejadian ekonomi tersebut. Ekonomi positif terbagi menjadi 2, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori. Dalam ekonomi deskriptif, digambarkan fenomena-fenomena ekonomi yang tersedia dengan fakta-fakta ekonomi, berdasarkan data ekonomi yang diterbitkan oleh lembaga statistik atau Badan Pusat Statistik. Hasil perhitungan data tersebut dapat menjadi berbagai parameter statistik yang akan menjadi acuan untuk melakukan penganalisisan ekonomi. Sedang dalam ekonomi teori memberikan gambaran yang lebih luas dari ekonomi positif, yang mana tidak hanya berdasar fakta namun dapat memaparkan dan menginterprestasikan berbagai peristiwa ekonomi berdasarkan berbagai teori ekonomi yang ada. Analisis ekonomi dengan menggunakan pendekatan positif atau normatuf membutuhkan bermacam penyederhanaan agar dapat melakukan analis. Hal ini diperlukan sebab ilmu ekonomi termasuk dalam ilmu sosial yang menampilkan berbagai interaksi komponen-komponen ekonomi yang sangatlah banyak dan kompleks sehingga perlu disederhanakan. Penyederhanaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi , untuk membatasi interaksi dari bermacam komponen atau variabel ekonomi. TIGA MASALAH POKOK ORGANISASI EKONOMI Setiap individu memiliki kebutuhan barang dan jasa dalam kegiatan perekonomiannya. Ketik ia telah mendapat apa yang diinginkan maka dalam waktu yang sama dapat muncul kebutuhan akan barang lain. Hal tersebut akan terus berlangsung dan tidak berhenti karena ketidak terbatasannya kebutuhan manusia. Kebutuhan ini sudah pasti tidak akan selamanya selalu terpenuhi akibat terbatasnya sumber daya yang dimiliki setiap individu. Ada tiga masalah pokok didalam perekonomian bersangkutan dengan pemilihan faktor produksi yang tersedia , sehingga mampu menghasilkan pilihan yang efisien dan memaksimalkan kepuasan atau kesejahteraan. Tiga masalah tersebut yaitu :
  1. What, apa jenis barang dan jasa yang akan diproduksi?
  2. How, bagaimana cara produksi atau bagaimana cara barang dan jasa tersebut dapat dihasilkan?
  3. For Whom, dihasilkan untuk siapa barang dan jasa tersebut?
Penulis : Dyah Retno Pratiwi (1F)  Sumber : http://repository.ut.ac.id/4288/1/ISIP4112-M1.pdf Gambar : http://www.markijar.com/2017/10/peran-rumah-tangga-konsumen-produsen.html

Tidak ada komentar

Ads Place