Awal Ketegangan Politik Dalam Dunia Islam Sumut Sumbar Bengkulu Sumsel Babel Lampung Banten Jakarta Jabar Jateng Jatim Kalbar Papua RMTV KBP...
- Sumut
- Sumbar
- Bengkulu
- Sumsel
- Babel
- Lampung
- Banten
- Jakarta
- Jabar
- Jateng
- Jatim
- Kalbar
- Papua
- RMTV
- KBP
- Kalah Pilkada Dua Kali, Djarot Saiful Hidayat Nyalon DPR RI, 14 AGUSTUS 2018 , 05:50:00
- Video Mapping Asian Games, 14 AGUSTUS 2018 , 05:13:00
- Jokowi Berdialog Langsung Dengan Korban Gempa Lombok, 14 AGUSTUS 2018 , 05:02:00
- Sabun Batu Untuk Segala Tipe, 14 AGUSTUS 2018 , 05:00:00
- KPU Persilakan Bawaslu Telusuri Sumbangan Sandi Ke PAN Dan PKS, 14 AGUSTUS 2018 , 04:49:00
Ormas Islam & Kelompok Radikal (31)
Awal Ketegangan Politik Dalam Dunia IslamSELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 10:52:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Nasaruddin Umar/Net
ISU suksesi dan keteganÂgan politik dalam dunia IsÂlam berawal pada masa Khulafaâ al-Rasyidin. HanÂya saja, kearifan para saÂhabat Nabi berhasil mereÂdam ketegangan itu. Akan tetapi pasca Khulafaâ al- Rasyidin, ketegangan poliÂtik tak terbendung lagi dan terjadilah apa yang biasa disebut dengan "fitnah kubra", yaitu fitÂnah yang melahirkan perpecahan dan perang saudara melanda umat Islam saat itu. Berita Terkait Siyasah Syar'iyyah Etika Suksesi Dalam Islam Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (2)Fitnah Kubra memuncak ketika Ali dan Mu'awiyah berseteru, masing-masing tidak ada yang mau mengalah di dalam memereÂbutkan pemimpin yang akan menggantikan Utsman. Ali sudah dilantik menjadi khalifah keempat tetapi tidak diakui oleh Muâawiyah. Karena tidak ada yang mau mengalah, maka terjadilah peperangan yang disebut Perang Shiffin. Mu'awiyah didukung oleh 'Aisyah, istri Nabi dan Ali tentu saja didukung oleh istrinÂya, Fathimah, putri Nabi. Perang tidak dapat dielakkan antara keduanya. Di tengah perang saudara ini, Amr ibn 'Ash yang dikenal sebaÂgai politikus cerdik di pihak Mu'awiyah, meÂnyerukan gencatan senjata dan perdamaian. Ia menggunakan simbol 500 Al-Qurâan yang diusung di ujung tombak sambil mengajak seÂmua pasukan untuk kembali kepada penyeÂlesaian secara Al-Qur'an. Ali dan Muâawiyah menyetujuinya. Ali mengutus Abu Musa al- Asy'ary, seorang u lama yang disegani dan Amru ibn Al-Ash mewakili pihak Muâawiyah. Amr ibn 'Ash tahu keshalihan dan kelemahan Abu Musa. Amr meminta agar demi kemuliaan Islam dan demi kemaslahatan umat Islam, seÂbaiknya Ali- dan Mu'awiyah mengundurkan diri lalu dicari tokoh lain yang lebih netral.
Dengan lugu Abu Musa, perunding meÂwakili pihak Ali ibn Ai Thalib menerima usulan itu. Ia diminta berpidato di lebih awal di deÂpan massa dan pasukan kedua belah pihak. Ia menyerukan bahwa sekarang ini tidak ada lagi khalifah dan kini saatnya kita akan menÂcari khalifah yang dapat diterima oleh semua pihak. Tiba giliran Amr ibn 'Ash, menelikung pernyataan itu dengan mengatakan, oleh karÂena sekarang tidak ada lagi khalifah maka dengan ini kami melegalkan Muâawiyah sebaÂgai khalifah. Tentu saja pihak Ali tidak meneriÂmanya, maka peperangan pecah kembali. BeÂgitulah seterusnya hingga Ali mati terbunuh.
Perang Shiffin merupakan perang saudara dalam dunia Islam. Peperangan in i sering disebut fitnah kubra atau fitnah terbesar daÂlam sejarah umat Islam. Fitnah inilah kemuÂdian melahirkan aliran teologi seperti syi'ah, murji'ah, khawarij, dan simbol ahlu sunnah.
Apa yang ditampilkan Amr ibn 'Ash itulah contoh Islam politik. Ia mengecoh lawannya dengan menggunakan simbol Al-Qur'an dan bahasa agama. Ia membakar emosi umat dengan menggunakan ayat dan hadis untuk mencapai kemenangan politik. Ia memojokÂkan orang lain dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qurâan dan hadis. Ia juga menggunaÂkan ayat dan hadis untuk menghilangkan dan membunuh karakter lawan-lawan politiknya. Abu Musa al-Asy'ary dapat dikatakan simbol dari politik Islam dan Amr ibn 'Ash merupakan simbol Islam politik.
Di dalam lintasan sejarah dunia Islam, perÂgumulan antara politik Islam dan Islam poliÂtik sering terjadi, tidak terkecuali di Indonesia. Ada golongan lebih menekankan pentingnya politik Islam, sementara golongan lain menÂganggapnya tidak cu kup tetapi mesti harus dengan Islam politik. Ketegangan setiap sukÂsesi dalam dunia Islam hampir selalu terjaÂdi. Ini mungkin antara lain disebabkan tidak adanya standar baku yang mengatur urusan suksesi. Fikih siyasah lebih banyak berbiÂcara tentang etika politik bukan sistem poliÂtik. Tentu ada hikmahnya mengapa Al-Qur'an dan hadis tidak mengatur secara detail soal suksesi. Mungkin salahsatu hikmahnya biarÂkanlah urusan politik praktis itu diselesaikan sendiri oleh kearifan lokal setiap komunitas umat, sebagaimana juga yang terjadi di daÂlam suksesi para Khulafa' al-Rasyidin.
Berita Lainnya Selengkapnya
Siyasah Syar'iyyah
SENIN, 13 AGUSTUS 2018
Etika Suksesi Dalam Islam
SENIN, 13 AGUSTUS 2018
Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (2)
JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018
Mendelegitimasi Peran Negara Dan Agama (1)
KAMIS, 09 AGUSTUS 2018
Menggagas Ushul Fikih Kebhinnekaan
RABU, 08 AGUSTUS 2018
Sikap Nabi Mengatasi Perbedaan (2)
SELASA, 07 AGUSTUS 2018
VIDEO POPULER
#PolitisiOnTheRoad: Kasus Ahok Gak Bikin Kapok
, 13 AGUSTUS 2018 , 21:00:00

UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan
, 13 AGUSTUS 2018 , 19:00:00
FOTO POPULERHapus Ambang Batas Nyapres
, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00
Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD
, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00
Tegang Saat Prabowo Masuk
, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00
Berita PopulerBerita TerkiniPimpinan Demokrat Akan Antar Jokowi-Ma'ruf Daftar Ke KPU
10 Agustus 2018 01:03
Prabowo-Sandi Deklarasi Hari Ini, Wagub DKI Jatah PKS?
09 Agustus 2018 10:24
Didesak Mundur, Ma'ruf Amin: Saya Harus Apa?
10 Agustus 2018 21:35
Rekomendasi GNPF Tidak Digubris, HRS Serukan Ijtima Ulama II
11 Agustus 2018 00:18
Masih Ada Waktu, Prabowo-Sandi Lebih Baik Batal
09 Agustus 2018 19:13

KPU Persilakan Bawaslu Telusuri Sumbangan Sandi Ke PAN Dan PKS
14 Agustus 2018 04:49
Jokowi Harus Menjawab Janji Kampanye Satu Persatu
14 Agustus 2018 04:22
Di Kantor PBNU, Rizal Ramli Ingat Kenangan Bersama Gus Dur
14 Agustus 2018 04:12
Masih Sentimen Negatif, Hari Ini Rupiah Diprediksi Bergerak Hingga Rp 14.622
14 Agustus 2018 03:56
Kerumitan Koalisi Parpol: Antara Teman Di Pilpres Dan Lawan Di Pileg
14 Agustus 2018 03:34
Trending Tag| # GERINDRA |
| # JOKOWI |
| # AKTIFVIS |
| # CENTURY |
| # PMK |
Tidak ada komentar