Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Uhamka Gelar Pelatihan Manajemen SDM Pendidikan dan English for Young Learners di SDIT Cahaya Hidayah Bekasi

Koranmu.com - Bekasi – Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendi...



Koranmu.com - Bekasi – Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada tanggal 12–13 Juni 2026, tim dosen dan mahasiswa Uhamka melaksanakan pelatihan bertajuk Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan dan English for Young Learners (EYL) di SDIT Cahaya Hidayah, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipimpin oleh Dr. Ahmad Kosasih, S.E., M.M. sebagai ketua pelaksana, dengan menghadirkan Yuni Puspita Kancanasari, S.S. sebagai narasumber utama. Pelatihan diikuti oleh para guru SDIT Cahaya Hidayah yang antusias meningkatkan kompetensi profesional mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.



Dalam sambutannya, Ketua Yayasan SDIT Cahaya Hidayah, Nur Hidayati Khasanah, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan English for Young Learners menjadi kebutuhan penting bagi guru sekolah dasar dalam rangka mempersiapkan pengembangan kompetensi tenaga pendidik pada tahun 2027.

“Pelatihan ini sangat diperlukan sebagai bagian dari pemberdayaan guru sekolah dasar. Kemampuan mengajar bahasa Inggris untuk anak usia dini menjadi salah satu kompetensi yang perlu terus dikembangkan guna menjawab kebutuhan pendidikan masa depan,” ujar Nur Hidayati Khasanah.

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat yang terintegrasi dengan Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Berbasis Proyek. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Uhamka memperoleh kesempatan untuk mengaktualisasikan teori dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan sumber daya manusia pendidikan yang efektif, strategi peningkatan kinerja guru, pengembangan budaya organisasi sekolah, hingga konsep dasar dan karakteristik pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini. Para peserta juga diajak untuk berdiskusi dan mempraktikkan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.



Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ahmad Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah.

“Guru merupakan faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru, baik dalam aspek manajerial maupun pedagogis, harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.



Lebih lanjut, Kosasih mengutip pesan Ali bin Abi Thalib yang hingga kini masih relevan dengan perkembangan pendidikan modern. “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup pada zaman mereka, bukan pada zamanmu. Pesan ini mengingatkan kita bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan kebutuhan peserta didik saat ini,” jelasnya.

Menurut Kosasih, guru yang kompeten, kreatif, inovatif, dan profesional akan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta daya saing global.



“Kami meyakini bahwa guru yang kompeten, kreatif, dan profesional akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional,” tegasnya.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Uhamka berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kapasitas tenaga pendidik dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan sekolah. Dengan demikian, berbagai inovasi pendidikan dapat terus dihadirkan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.(AK)

Tidak ada komentar

Ads Place