Helmi Sebut Potensi Zakat PNS Garut Capai Rp 4 Miliar, Tapi yang ... Helmi Sebut Potensi Zakat PNS Garut Capai Rp 4 Miliar, Tapi yang Terkum...
Helmi Sebut Potensi Zakat PNS Garut Capai Rp 4 Miliar, Tapi yang Terkumpul Hanya Rp 600 Juta
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebutkan potensi zakat dari pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Garut sebanyak Rp 4 miliar perbulan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Wakil Bu pati Garut, Helmi Budiman, menyebutkan potensi zakat dari pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Garut sebanyak Rp 4 miliar perbulan.
Namun dari target sebanyak Rp 4 miliar perbulan, Badan Amil Zakat hanya menerima 15 persen saja atau Rp 600 juta.
"Zakat adalah masalah kesadaran dan itu sudah diatur dalam peraturan bupati, serta diingatkan setiap bulannya," kata Helmi di Kantor Setda, Jalan Pembangunan, Senin (27/8/2018).
⢠Dedi Mulyadi Bertolak ke Lombok, Beli Beras untuk Korban Gempa dan Siap Bangun Rumah Tahan Gempa
⢠Membela Timnas Indonesia? Begini Asa yang Ada di Benak Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar
Helmi mengatakan, bila seluruh PNS membayar kewajiban zakat, permasalahan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan bakti sosial akan terus rutin dilakukan.
"Belum lama ini, dari badan amil zakat telah membantu memperbaiki 40 perbaikan rutilahu di sejumlah kecamatan," k atanya.
Maka dari itu, ia mengimbau kepada seluruh PNS di Kabupaten Garut agar menyisihkan 2,5 persen penghasilannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Dari PNS saja sudah 4 milyar, belum lagi dari pengusaha dan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut, menyalurkan dana stimulan untuk perbaikan 40 rumah tidak layak huni (rutilahu).
40 rutilahu tersebut, tersebar di 42 kecamatan di Kabupaten Garut dan pembangunan puluhan rutilahu itu dilakukan pada Agustus 2018 ini.
Ketua Baznas Garut, Aas Kosasih, mengatakan, selain menyalurkan dana zakat bagi kaum dhuafa, uang tersebut masuk program dana stimulan, salah satu untuk pembangunan rutilahu.
"Penerima bantuan tersebut berbeda-beda, mulai dari Rp 5 juta - Rp 10 juta setiap rumahnya," kata Aas. (*)
Tidak ada komentar