Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengaruh dengan Paham ...

MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengaruh dengan Paham ... Berita Provinsi NTT MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengar...

MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengaruh dengan Paham ...

Berita Provinsi NTT

MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengaruh dengan Paham Radikal

Jadi berkaitan dengan informasi tentang paham radikalisme, tentu pihak kepolisian dan intelijen lebih tahu.

MUI Minta Umat Islam di NTT Jangan Terpengaruh dengan Paham RadikalPOS-KUPANG.COM/Oby LewanmeruJalaludin Bethan (kiri) saat bertindak sebagai moderator pada acara literasi digital sebagai upaya untuk pencegahan radikalisme dan terorisme di Swiss Belinn Kristal, Rabu (29/8/2018)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Jadi berkaitan dengan informasi tenta ng paham radikalisme, tentu pihak kepolisian dan intelijen lebih tahu. Namun, kita minta seluruh umat Islam di NTT agar jangan terpengaruh dengan kelompok-kelompok atau paham radikalisme.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MUI NTT, Ir. Jalaludin Bethan, M.Si, Rabu (29/8/2018).

Menurut Jalaludin, informasi tentang paham radikalisme di NTT lebih banyak diketahui aparat keamanan. Karena itu, umat Islam diminta tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham radikalisme itu.

Baca: Program Siwab Melalui IB Tahun 2018 Baru 36 Persen

"Untuk mencegah paham-paham itu berkembang, maka MUI NTT menghimbau dan meminta kepada seluruh umat Islam supaya jangan terpengaruh, bahkan sampai terkontaminasi dengan paham-paham radikalisme itu," kata Jalaludin.

Dijelaskan, MUI NTT selama ini terus menyuarakan agar umat Islam di NTT harus menjalankan ajaran Islam yang dapat menyejukan semua orang.

"Kita minta supaya mari semua umat Islam untu k kembangkan dan jalankan ajaran Islam yang dapat menyejukan semua orang," katanya.

Jalaludin juga mengatakan, pihaknya selalu menyerukan kepada segenap umat Islam supaya jangan terprovokasi atau terpancing dengan isu -isu radikalisme. Apalagi, lanjutnya dengan perkembangan teknologi digitak ini, maka perlu diwaspadai.

"Perkembangan Medsos turut berpengaruh pada masalah-masalah radikalisme,karena itu kita harapkan umat Islam juga bijak dalam memanfaatkan teknologi seperti medsos," ujarnya. (*)

Editor: Kanis Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Pesilat Hanifan Bikin Jokowi dan Prabowo Berpelukan saat Indonesia Raih Emas Sumber: Google News Islam Network: Koranmu Indonesia

Tidak ada komentar

Ads Place