Urgensi Penanaman Adab Islam Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Guru TK Aisyiah se-Tangerang Selatan. Anak-anak usia kurang da...
Urgensi Penanaman Adab Islam Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Guru TK Aisyiah se-Tangerang Selatan. Anak-anak usia kurang dari enam tahun terpapar dengan banjirnya informasi tentang banyak hal, termasuk tentang kesehatan reproduksi.
Pertanyaan yang sering mereka tanyakan sangat beragam, mulai dari nama anggota tubuhnya, tempat keluarnya adik bayi, sampai kepada relasi lawan jenis. Pertanyaan yang meluncur dari mulut anak didik itu sering membuat bingung para guru, bagaimana menjawabnya? Hal itu terungkap pada saat pelatihan guru TK Aisyiah tentang pendidikan kesehatan reproduksi yang dilaksanakan di Kantor Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) Tangerang Selatan di Kelurahan Setu.Peserta pelatihan mengakui bahwa mereka merasa canggung untuk mengenalkan nama anggota tubuh dengan nama yang sebenarnya. Akibatnya, mereka lebih nyaman mengenalkannya dengan istilah lain.
Misalnya, vagina dinamakan pipit atau dompet, sedangkan penis dinamakan burung. Dr.Sarah Handayani, Dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (UHAMKA) mengingatkan pengajaran kesehatan reproduksi untuk usia TK dimulai dengan mengajarkan nama anggota tubuh manusia dengan nama yang sebenarnya. Tidak perlu penis diistilahkan burung lagi agar mereka memahami perbedaan tubuhnya, imbuhnya.
Setelah mengenalkan tentang tubuhku dan perbedaannya, penting sekali diajarkan tentang pentingnya adab berpakaian. Pemahaman tentang tubuh ini erat kaitannya dengan penanaman tentang adab yang perlu diajarkan di usia TK, seperti mengganti pakaian menjaga malu. Dalam Islam adab ini diajarkan sebagai bagian dari jalan hidup manusia, ujar Dra Afni Rasyid, MH, yang juga menjadi narasumber pada pelatihan ini.
Adab dalam Islam juga mengajarkan tentang sentuhan sayang dan berbahaya. Anak perlu memahami tentang perbedaan sentuhan ini. Para Guru yang biasa berhadapan dengan anak didik mereka yang masih usia TK ini mengakui bahwa menyanyi adalah sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan ini.
Peserta mengakui bahwa kembali kepada ajaran Islam dalam pendidikan kesehatan reproduksi adalah metode yang tepat dalam memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Tidak ada komentar