Solo. Kehidupan manusia di era modern tidak terlepas dari masalah digital. Era digital ditandai dengan semakin tingginya tingkat ...
Solo. Kehidupan manusia di era modern tidak terlepas dari masalah digital. Era digital ditandai dengan semakin tingginya tingkat ketergantungan masyakarakat terhadap teknologi, infomasi dan komunikasi (TIK). Termasuk dalam dunia pendidikan sekarang seperti sakarang ini. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan inisiatif dari sekolah" Kata Hasan Chabibie, kesubdit Pengkajian dan Perencanaan Pustekkom Kemendikbud, ketika membuka acara *Dialog Pendidikan Pengembangan Ekosistem Sekolah Berbasis TIK* di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Kamis, 30/8/2018. "Ini membuktinya adanya titik temu antara kegiatan sekolah dengan visi misi kemendikbud", ujar Chabibie menambahkan.
Narasumber seminar lainnya, Kasman Idradno ,Kepala Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus Wilayah III Surakarta, mengatakan; Siswa hari ini menggunakan teknologi digital sejak lahir. Melakukan yang terbaik di dalam lingkungan yang interaktif, dimana pembelajaran adalah merupakan pengalaman mengasyikan. "Karena itu, jika sekolah tidak menggunakan TIK akan ketinggalan zaman", ujar Kasman menambahkan.
Monang Sinambela, dari Lembaga Sensor Film, mengatakan : Di era digital ini, terjadi kebebasan manusia dalam mengakses film. "Karena itu, perlu ada tips menonton film yang aman, yakni : dampingi anak saat menonton, batasi jam menonton, pilih film yang sesuai anak, dan mengingatkan hal-hal yang baik yang patut ditiru dan penanaman nilai-nilai positif" ujar Monang menambahkan.
Sedangkan pembicara lainnya, Faozan Amar, Tim Implementasi Penguatan Pendikan Karakter Kemendikbud, mengatakan : Dalam sehari, lebih dari 2,5 jam rata-rata orang Indonesia menggunakan media sosial. Karena itu, dalam menyebarkan materi maupun konten harus dapat dipertanggungjawabkan secara personal dan kelembagaan. Isinya pun harus bersifat mencerahkan, tidak bertentangan dengan dengan norma sosial, agama dan sesuai dengan etika-ke Indonesiaan, serta tidak melanggar hak orang lain. "Itulah salah satu etika Akhlaqul Medsosiyah", tegas Faozan
"Tidak dapat dihindari, kita tidak bisa terlepas dari TIK. Disamping banyak manfaatnya, tapi juga ada negatifnya", kata Rahayuning, kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. "Terima kasih kepada Tim Kemendikbud, yang telah rawuh di sekolah kami, dan anak-anak senang dengan acara ini" ujarnya menambahkan.
Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet yang positif, cerdas, sehat dan aman melalui pembelajaran etika berinternet sehat dan positif sehingga terwujud generasi yang bijak dalam bersosmed, ujar Ninin Karlina, selaku panitia dari Peace Generation.
"Melalui acara ini, saya bisa belajar dengan aplikasi-aplikasi yang tersedia seperti e-book, e-learning, e-library, dan ruang belajar lainnya, dimanapun dan kapanpun tanpa terhalang",
Ujar Gaska Graceyestika, peserta seminar yang juga sekretaris Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhi Surakarta (FA)
Tidak ada komentar