'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya

'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya

'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya …

'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya

Logo BBC 'Curhat' istri wartawan Myanmar yang dipenjara karena angkat kasus Muslim Rohingya Oleh:

BBC

Kamis, 6 September 2018 19:45 WIB
Pann Ei Mon Reuters
Pann Ei Mon melahirkan bayi perempuan beberapa hari sebelum vonis untuk suaminya dikeluarkan.

Pann Ei Mon, istri Wa Lone, satu dari dua wartawan kantor berita Reuters yang dipenjara tujuh tahun karena menyelidiki kasus pembunuhan warga Muslim Rohi ngya, khawatir anaknya yang baru lahir akan tumbuh tanpa kenal siapa ayahnya.

Hal ini ia ungkapkan saat berbicara dengan wartawan BBC.

Pann Ei Mon mengatakan mungkin anaknya tidak akan tahu siapa ayahnya dan tumbuh tanpa menyadari bahwa ayahnya sebenarnya sangat mencintainya.

Suami Pann Ei Mon, Wa Lone bersama sesama wartawan Reuters Kyaw Soe Oo, ditangkap tahun lalu saat membawa serta berkas-berkas dokumen yang baru saja diberikan oleh polisi kepada mereka.

Keduanya sedang menginvestigasi pembunuhan warga Muslim Rohingya saat ditahan.

Di persidangan keduanya dinyatakan melanggar undang-undang rahasia negara dan dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun.

Berikut petikan wawancara BBC dengan Pann Ei Mon:

Apa yang ingin Anda sampaikan ke Aung San Suu Kyi terkait vonid suami Anda?

Saya melahirkan bayi perempuan pertama saya beberapa hari lalu. Ia masih bayi sekarang, tapi saat ia tumbuh nanti, ia pasti akan bertanya sia pa ayahnya dan seperti apa wajah ayahnya.

  • Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara
  • Krisis Rohingya: Wartawan Reuters ditahan 'karena menyelidiki dugaan pembunuhan di Myanmar'
  • Aung San Suu Kyi 'seharusnya mundur' karena kekerasan terhadap Muslim Rohingya

Saya tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Yang saya khawatirkan adalah saya akan dianggap sebagai satu-satunya orang tua yang ia miliki. Padahal ia punya ayah, tapi mungkin ia tidak akan pernah tahu betapa besar cinta ayahnya kepadanya.

Ia mungkin tak tahu bahwa ayahnya yang memberinya nama, bahwa ayahnya selama ini bekerja keras untuk masa depannya. Saya khawatir, ia akan berpikir bahwa ayahnya tak mencintainya.

Jujur saja, saya tak seperti Aung San Suu Kyi. Secara mental, saya tak sekuat dirinya. Yang saya pikirkan adalah, saya ingin anak saya ini diasuh oleh saya dan suami saya.

Bagaimana Anda menerima kabar tentang vonis suami Anda karena Anda tidak berada di pengadilan saat vonis dibacakan?

Wa Lone bersama sesama wartawan Reuters Kyaw Soe Oo EPA
Dua wartawan Reuters, Wa Lone (kiri) dan Kyaw Soe Oo (kanan), dihukum penjara tujuh tahun karena menyelidiki kasus pembunuhan terhadap warga Muslim Rohingya.

Proses hukum ini menjadi beban pikiran. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan dengan baik. Dalam keadaan seperti ini saya hanya berdoa.

Pekan lalu, hakim sakit yang membuat pembacaan keputusan ditunda ke pekan ini. Pada hari persidangan, dengan agenda pembacaan keputusan, saya memang tidak hadir di sana. Di rumah saya berdoa agar ada kabar baik.

Saya mengikuti persidangan melalui Facebook Live. Kemudian saya lihat ada seseorang menunjukkan tujuh jari, yang membuat saya langsung terpukul. Saya langsung paham, suami saya dijatuhi huku man penjara tujuh tahun.

Tak lama kemudian, ada banyak panggilan yang masuk ke telepon saya tapi saya tak tahu siapa yang berbicara di ujung telepon karena pikiran saya kacau. Benar-benar kacau.

Ketika semuanya sudah tenang, saya putuskan untuk mengunjungi suami di penjara. Saya harus mendukungnya. Saya menemuinya di penjara dan kami saling menguatkan. Kami harus kuat menghadapi semua ini.

  • Kesaksian wartawan BBC di Rakhine: 'Saya melihat desa Muslim sengaja dibakar'
  • Mungkinkah Aung San Suu Kyi diadili untuk dakwaan genosida Rohingya?
  • 'Tutup mata' terhadap kekerasan pada Rohingya Muslim, penghargaan untuk Aung San Suu Kyi dicabut
Pann Ei Mon Reuters
Pann Ei Mon menjawab pertanyaan wartawan dalam keterangan pers pada 4 September 2018.

Ia mengatakan ia akan baik-baik saja di penjar a. Ia bilang akan mematuhi semua peraturan penjara dan meminta saya untuk tak lagi mengkhawatirkannya. Tapi saya tahu, ia mengkhawatirkan saya dan anak kami.

Apa yang ia katakan tentang bayi yang baru lahir?

Bayi ini lebih banyak tidur. Ia bangun di malam hari, saya harus mengikuti polanya.

Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat saya sangat letih. Sekarang saya merasa takut, terutama ketika malam tiba. Saya sering menangis.

Saya sungguh merindukan suami saya. Andai saja ia di sini, ia pasti akan membantu. Saya katakan kepadanya (saat bertemu di penjara) ini semua membuat saya sangat tertekan.

Ia meminta saya untuk kuat, demi anak kami.

Pekan lalu, saat diwawancara, suami mengatakan akan segera menemui anak kami ini. Andai saja itu menjadi kenyataan.

Sekarang, saya tak tahu apa yang harus saya sampaikan. Saya kehilangan kata-kata...

Lihat Juga


Terkait Rekomendasi
  • Pernah Jadi Napi Korupsi, Muhammad Taufik Yakin Menang Lawan KPU

    Pernah Jadi Napi Korupsi, Muhammad Taufik Yakin Menang Lawan KPU

    1 jam lalu
  • Paus Francis Minta Uskup Perangi Pelecehan Seks

    Paus Francis Minta Uskup Perangi Pelecehan Seks

    3 jam lalu
  • Menang Kontroversial atas Serena, Naomi Osaka Juara AS Terbuka

    Menang Kontroversial atas Serena, Naomi Osaka Juara AS Terbuka

    5 jam lalu
  • Kubu Prabowo Solid Dukung Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Pemenangan

    Kubu Prabowo Solid Dukung Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Pemenangan

    7 jam lalu
  • Foto
  • Jenazah Korban Kecelakaan di Sukabumi Dikembalikan ke Keluarga

    Jenazah Korban Kecelakaan di Sukabumi Dikembalikan ke Keluarga

    1 jam lalu
  • Ada Kuburan Massal di Meksiko, 166 Jasad Ditemukan

    Ada Kuburan Massal di Meksiko, 166 Jasad Ditemukan

    2 jam lalu
  • Ratusan Guru PAUD Ubah Area Car Free Day Jadi Biru

    Ratusan Guru PAUD Ubah Area Car Free Day Jadi Biru

    3 jam lalu
  • Menang Kontroversial atas Serena, Naomi Osaka Juara AS Terbuka

    Menang Kontroversial atas Serena, Naomi Osaka Juara AS Terbuka

    4 jam lalu
  • Video
  • Pria Ini Selamatkan Balita yang Tergantung di Balkon Lantai 4

    Pria Ini Selamatkan Balita yang Tergantung di Balkon Lantai 4

    2 jam lalu
  • Cina Gelar Perlombaan Penyelamatan Internasional Pertama

    Cina Gelar Perlombaan Penyelamatan Internasional Pertama

    3 jam lalu
  • Rapper Mac Miller Meninggal, Sosmed Dibanjiri Ucapan Dukacita

    Rapper Mac Miller Meninggal, Sosmed Dibanjiri Ucapan Dukacita

    4 jam lalu
  • Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 17 Orang Meninggal

    Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 17 Orang Meningga l

    4 jam lalu

  • terpopuler
  • 1

    Sandiaga: 100 Ribu Dapat Bawang dan Cabai, Begini Respons Netizen

  • 2

    Djoko Santoso: Ancaman Non Militer Bisa Habisi Republik Ini

  • 3

    Sandiaga Sebut Tempe Setipis ATM, Relawan Jokowi: Di Warteg Gede

  • 4

    Mahathir Mohamad Doakan Jokowi - Ma'ruf Amin Menang Pilpres 2019

  • 5

    Anwar Nasution: Pemerintah Bohong Sebut Fundamental Ekonomi Kuat

  • Fokus
  • Aset DKI dalam Incaran Mafia Tanah

    Aset DKI dalam Incaran Mafia Tanah

  • Kisruh Kampung Susun Janji Anies untuk Warga Bukit Duri

    Kisruh Kampung Susun Janji Anies untuk Warga Bukit Duri

  • Kurs Dolar Dekati 15 Ribu, Harga Obat Hingga Makanan Naik

    Kurs Dolar Dekati 15 Ribu, Harga Obat Hingga Makanan Naik

  • Cegah Krisis Berulang, BI dan Pemerintah Akrobat Kuatkan Rupiah

    Cegah Krisis Berulang, BI dan Pemerintah Akrobat Kuatkan Rupiah

  • Terkini
  • Isyana dan Raisa Meriahkan Hari Kedua Jak-Japan Matsuri 2018

    Isyana dan Raisa Meriahkan Hari Kedua Jak-Japan Matsuri 2018

    1 jam lalu
  • Demokrat Cari Formula Agar Tak Dianggap Dua Kaki di Pilpres 2019

    Demokrat Cari Formula Agar Tak Dianggap Dua Kaki di Pilpres 2019

    1 jam lalu
  • Neno Warisman dan Ahmad Dhani Batal Ikuti Jalan Sehat di Solo

    Neno Warisman dan Ahmad Dhani Batal Ikuti Jalan Sehat di Solo

    1 jam lalu
  • Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Berikutnya untuk Cina

    Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Berikutnya untuk Cina

    1 jam lalu
  • Dikontrak Spartak Moscow, John Terry Masih Lapar Bermain

    Dikontrak Spartak Moscow, John Terry Masih Lapar Bermain

    1 jam lalu
  • Eni Saragih Sebut Pengatur Jatah 1,5 Persen Anggaran PLTU Riau-1

    Eni Saragih Sebut Pengatur Jatah 1,5 Persen Anggaran PLTU Riau-1

    1 jam lalu
  • Kisah Pelari Marathon Inggris, Berlari dan Menyusui Anak

    Kisah Pelari Marathon Inggris, Berlari dan Menyusui Anak

    1 jam lalu
  • Syahrini Pangkas 11 Kilo Berat Badan demi Pita Suara

    Syahrini Pangkas 11 Kilo Berat Badan demi Pita Suara

    2 jam lalu
  • Rupiah Diperkirakan Menguat Pekan Depan

    Rupiah Diperkirakan Menguat Pekan Depan

    2 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    The Nun, Vala k, dan Annabelle dalam Semesta The Conjuring

    Film The Nun adalah spin-off dari film The Conjuring 2 dan merupakan film kelima dalam dunia yang mulanya hanya menceritakan suami-istri pengusir s

    Sumber: Google News Muslim Network: Koranmu Indonesia