Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara

Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh...

Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara

Logo BBC Meliput Muslim Rohingya, dua wartawan dihukum tujuh tahun penjara Oleh:

BBC

Senin, 3 September 2018 12:24 WIB
Kyaw Soe Oo (left) and Wa Lone AFP Reuters
Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone mengatakan bahwa mereka dijebak oleh polisi.

Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada dua wartawan Reuters yang dinyatakan bersalah melanggar undang-undang rahasia negara saat meliput kekerasan terhadap kaum Muslim Rohingya.

Kedua wartawan itu, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap tahun lalu saat membawa serta berkas-berkas dokumen resmi yang baru saja diberikan oleh polisi kepada mereka .

Mereka menyangkal semua tuduhan, dan menegaskan mereka tak bersalah. Mereka menyatakan bahwa dalam peristiwa yang dituduhkan itu mereka dijebak oleh polisi.

  • Krisis Rohingya: Wartawan Reuters ditahan 'karena menyelidiki dugaan pembunuhan di Myanmar'
  • Aung San Suu Kyi 'seharusnya mundur' karena kekerasan terhadap Muslim Rohingya
  • Muslim Rohingnya di Myanmar: Para jenderal harus didakwa genosida kata PBB

Kasus ini dipandang dunia internasional sebagai ujian kebebasan pers di Myanmar.

"Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi Myanmar, wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dan kebebasan pers di mana pun," kata pemimpin redaksi Reuters, Stephen Adler.

Wa Lone yang berusia 32 tahun, dan Kyaw Soe Oo, 28 tah un, dalam tugas jurnalistiknya saat itu mengumpulkan bukti tentang eksekusi yang dilakukan oleh tentara terhadap 10 warga desa Inn Din di bagian utara negara bagian Rakhine yang mayoritas warganya Muslim.

Saat melakukan penyelidikan itu, kedua wartawan ditawari dokumen oleh dua petugas polisi. Tetapi mereka langsung ditangkap setelah mereka mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.

Pihak berwenang kemudian melakukan penyelidikan versi mereka sendiri atas pembunuhan di desa Inn Dinn. Hasilnya, mereka mengukuhkan terjadinya pembantaian itu dan menjanjikan akan dilakukannya tindakan terhadap mereka yang terlibat.

  • Kesaksian wartawan BBC di Rakhine: 'Saya melihat desa Muslim sengaja dibakar'
  • Mungkinkah Aung San Suu Kyi diadili untuk dakwaan genosida Rohingya?
  • Krisis Rohingya: Apa yang dipergoki wartawan BBC di desa-desa yang terbakar itu?

Putusan terhadap dua wartawan Reuters itu dijatuhkan setahun setelah meletusnya krisis d i negara bagian Rakhine menyusul serangan militan Rohingya terhadap beberapa pos polisi.

Militer membalas serangan itu dengan operasi militer brutal terhadap minoritas Rohingya. PBB mengatakan, para perwira militer penting Myanmar harus diselidiki dan dituntut untuk tuduhan genosida.

Akses media ke Rakhine sangat dikontrol oleh pemerintah sehingga sulit untuk mendapatkan berita yang terpercaya dari wilayah tersebut.

Sejak pecahnya kekerasan pada bulan Agustus 2017, pemimpon de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi meluputkan berbagai kesempatan untuk berbicara secara terbuka mengangkat masalah ini, termasuk di Majelis Umum PBB di New York pada September lalu.

  • Sekjen PBB: Kesaksian Rohingya tentang 'pembunuhan dan pemerkosaan tak terbayangkan'
  • Kisah perempuan Rohingya 'yang disekap dan diperkosa tentara Myanmar'
  • Milisi Muslim Rohingya dituduh membantai umat Hindu di Myanmar

Suu Kyi justru kemudian menyebut kri sis itu telah didistorsikan oleh "gunung es informasi yang salah"â€"kendati kemudian juga mengatakan dia merasa simpati yang mendalam untuk penderitaan "semua orang" dalam konflik itu.

Myanmar, katanya, "berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan ... untuk semua komunitas di negara ini."

Lihat Juga


Terkait Rekomendasi
  • Mulai 1 September, Peserta BPJS Kesehatan Wajib Gunakan Rujukan Online

    Mula i 1 September, Peserta BPJS Kesehatan Wajib Gunakan Rujukan Online

    2 jam lalu
  • Saksi Tak Hadir, Sidang Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditunda Lagi

    Saksi Tak Hadir, Sidang Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditunda Lagi

    5 jam lalu
  • < li> Surya Paloh dan JK Bernostalgia Masa Bersama di Golkar

    Surya Paloh dan JK Bernostalgia Masa Bersama di Golkar

    5 jam lalu
  • Loloskan Caleg Eks Napi Korupsi, Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

    Loloskan Caleg Eks Napi Ko rupsi, Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

    5 jam lalu
  • Foto
  • 300 Kios di Pasar Gedebage Bandung Ludes Terbakar

    300 Kios di Pasar Gedebage Bandung Ludes Terbakar

    1 jam lalu
  • Kilas Balik 2 Jurnalis Reuters yang Liput Pembantaian Rohingya

    Kilas Balik 2 Jurnalis Reuters yang Liput Pembantaian Rohingya

    1 jam lalu
  • Berbagai Ekspresi Anggota DPRD Malang Saat Ditahan KPK

    Berbagai Ekspresi Anggota DPRD Malang Saat Ditahan KPK

    2 jam lalu
  • Barisan Emak-emak Militan Demo Tuntut Presiden Jokowi Mundur

    Barisan Emak-emak Militan Demo Tuntut Presiden Jokowi Mundur

    3 jam lalu
  • Video
  • Joko Widodo Gelar Rapat Terbatas Bahas Pembangunan Kembali Lombok

    Joko Widodo Gelar Rapat Terbatas Bahas Pembangunan Kembali Lombok

    3 jam lalu
  • Presid   en Jokowi Hibur Anak-anak Terdampak Gempa Lombok

    Presiden Jokowi Hibur Anak-anak Terdampak Gempa Lombok

    4 jam lalu
  • Sistem Ganjil Genap Berlanjut untuk 10 Ruas Ini

    Sistem Ganjil Genap Berlanjut untuk 10 Ruas Ini

    7 jam lalu
  • Terungkap, Layar Tari Cerdas pada Upacara Penutupan Asian Games

    Terungkap, Layar Tari Cerdas pada Upacara Penutupan Asian Games

    7 jam lalu

  • terpopuler
  • 1

    Burnley Vs Manchester United 0-2, Rashford Dapat Kartu Merah

  • 2

    Mulai 1 September, Peserta BPJS Kesehatan Wajib Gunakan Rujukan Online

  • 3

    Cerita PNS Australia Kaget Saat Terima Gaji

  • 4

    Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam Pengusaha yang Tahan Dolar

  • 5

    Bonus Medali Asian Games 2018: Boleh Pilih Jadi PNS, Polisi, TNI

  • Fokus
  • Rehab Rumah Korban Gempa Lombok, Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan

    Rehab Rumah Korban Gempa Lombok, Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan

  • Perluasan Ganjil Genap Berefek Positif, Lanjut ke Oktober, lalu..

    Perluasan Ganjil Genap Berefek Positif, Lanjut ke Oktober, lalu..

  • Penutupan Asian Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

    Penutupan Asi an Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

  • Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

    Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

  • Terkini
  • Anies Baswedan Akan Tambah Bonus Atlet Asian Games

    Anies Baswedan Akan Tambah Bonus Atlet Asian Games

    8 menit lalu
  • Daftar 22 Anggota DPRD Malang yang Ditahan KP   K

    Daftar 22 Anggota DPRD Malang yang Ditahan KPK

    20 menit lalu
  • Dolar Perkasa, Mitsubishi Jaga Harga Mobil Tetap Kompetitif

    Dolar Perkasa, Mitsubishi Jaga Harga Mobil Tetap Kompetitif

    26 menit lalu
  • Aktivis: Loloskan Koruptor, Bawaslu Bisa Tidak Dipercaya Publik

    Aktivis: Loloskan Koruptor, Bawaslu Bisa Tidak Dipercaya Publik

    27 menit lalu
  • Jokowi Umumkan Ketua Tim Kampanye Nasional Pekan Ini

    Jokowi Umumk an Ketua Tim Kampanye Nasional Pekan Ini

    58 menit lalu
  • Di Depan Surya Paloh, Wapres JK Sebut NasDem Manjadi Golkar

    Di Depan Surya Paloh, Wapres JK Sebut NasDem Manjadi Golkar

    1 jam lalu
  • Harley-Davidson Luncurkan Motor Cruiser Tenaga Lisrik

    Harley-Davidson Luncurkan Motor Cruiser Tenaga Lisrik

    1 jam lalu
  • Yusril Ihza: Jaksa Gagal Ungkap Kesalahan Syafruddin Temenggung

    Yusril Ihza: Jaksa Gagal Ungkap Kesalahan Syafruddin Tem enggung

    1 jam lalu
  • Peraih Medali Asian Games asal Bali Disambut Bonus Puluhan Juta

    Peraih Medali Asian Games asal Bali Disambut Bonus Puluhan Juta

    1 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Presiden Dewan Olimpiade Asia: Sejarah Baru Asian Games 2018

    Presiden Dewan Olimpiade Asia Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah menyatakan Asian Games 2018 menorehkan sejumlah peristiwa sejarah baru.

    Sumber: Google News Muslim Network: Koranmu Indonesia

    Tidak ada komentar

    Ads Place