Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur ...

Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur Reporter:

Tempo.co

Editor:

Suci Sekarwati

Rabu, 10 Oktober 2018 16:05 WIB
Umat Muslim membaca doa jelang menyantap makanan saat berbuka puasa di hari jumat pertama bulan suci Ramadan, di halaman masjid bersejarah Niujie di Beijing, Cina, 2 Juni 2017. REUTERS

Umat Muslim membaca doa jelang menyantap makanan saat berbuka puasa di hari jumat pertama bulan suci Ramadan, di halaman masjid bersejarah Niujie di Beijing, Cina, 2 Juni 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kota urumqi, wilayah Xinjiang, menerbitkan sebuah kampanye anti-produk halal. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan penetrasi Islam sekuler dan menghentikan ekstrimisme.

Kampanye itu diterbitkan lewat sebuah pertemuan para pemimpin Partai Komunis Urumqi pada Senin, 7 Oktober 2018. Para pemimpin partai memimpin para kadernya bersumpah melawan halalisasi yakni suatu proses untuk menghalalkan produk makanan hingga pasta gigi sesuai dengan hukum Islam.

Baca: Politikus Anti-Islam Australia Serukan Boikot Telur Paskah Halal

Kampanye anti-halal ini tak pelak menciderai kelompok minoritas Islam Uighur yang sebagian besar tinggal di kawasan Xinjiang, Cina. Beijing telah menjadi sasaran kritik dari kelompok-kelompok HAM dan pemerintah asing menyusul laporan penerapan hukuman terhadap sekitar satu juta kelompok minoritas Uighur di Xinjiang.

Baca: Bio Farma Akan Produksi Vaksin MR Halal

Seorang wanita umat muslim minoritas etnis Hui, mempersiapkan bahan makanan yang akan dimasaknya untuk dijual di kawasan Linxia di provinsi Gansu, Cina, 3 Februari 2018 REUTERS/Michael Martina

Di kutip dari channelnewsasia.com pada Rabu, 10 Oktober 2018, Beijing menyangkal telah melakukan pelanggaran HAM umat Islam di Xinjiang. Beijing berkeras hanya mengatasi tindakan terorisme dan pemecahbelah kawasan.

Surat kabar Global Times dalam pemberitaannya menulis segala tuntutan produk halal telah memicu permusuhan terhadap agama dan membuka peluang kepada Islam untuk menerapkan kehidupan sekuler. Sebagai bagian dari kampanye anti-halal, Ilshat Osman, Kepala Jaksa membuat tulisan berjudul ‘Kawan, Anda tidak perlu mencarikan restoran halal hanya untuk saya".

Melalui kampanye anti-halal ini, maka pegawai negeri sipil bisa makan apapun dan kantin- kantin akan diubah sehingga para pegawai itu bisa mencoba berbagai jenis masakan. Para pejabat tinggi di Partai Komunis Urumqi mengatakan mereka akan meminta kepada pemerintah pusat dan anggota partai lainnya untuk menguatkan keyakinan Marxisme-Leninisme serta berbahasa mandarin sesuai standar di hadapan publik.

Secara teori, Beijing membebaskan warga negaranya untuk dalam memeluk suatu agama dan melakukan praktik ibadah. Namun saat ini pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan atau mata-mata karena Beijing sedang mencoba membuat praktik ibadah di bawah kendali negara yang lebih ketat, termasuk produk halal seperti saat ini.

Lihat Juga


Terkait
  • Larangan Kampanye di Pesantren, Tim Jokowi: Sama-sama Dewasa Saja

    Larangan Kampanye di Pesantren, Tim Jokowi: Sama-sama Dewasa Saja

    15 jam lalu
  • Terancam Cina, Taiwan Perkuat Militernya di Selat

    Terancam Cina, Taiwan Perkuat Militernya di Selat

    15 jam lalu
  • Perang Dagang, Ini Prediksi IMF Soal Ekonomi    Amerika -- Cina

    Perang Dagang, Ini Prediksi IMF Soal Ekonomi Amerika -- Cina

    1 hari lalu
  • 5 Petugas Pajak Cina Terkena Sanksi Soal Aktris Fan Bingbing

    5 Petugas Pajak Cina Terkena Sanksi Soal Aktris Fan Bingbing

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Kecelakaan Bus di Kenya, 50 Orang Tewas

    Kecelakaan Bus di Kenya, 50 Orang Tewas

    12 jam lalu
  • Istri Presiden Interpol Asal Cina Curhat Diancam Lewat Ponsel

    Istri Presiden Interpol Asal Cina Curhat Diancam Lewat Ponsel

    12 jam lalu
  • Kanada Lantik Warga Negara Baru di Ketinggian 300 Meter

    Kanada Lantik Warga Negara Baru di Ketinggian 300 Meter

    13 jam lalu
  • Ci   na Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

    Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

    14 jam lalu
  • Foto
  • Gempa Haiti Tewaskan 15 Orang

    Gempa Haiti Tewaskan 15 Orang

    1 hari lalu
  • Puluhan Transgender Ikuti Kontes Miss Transqueen India 2018

    Puluhan Transgender Ikuti Kontes Miss Transqueen India 2018

    2 hari lalu
  • Tolak Brexit, Anjing-anjing ini Gelar Pawai Wooferendum

    Tolak Brexit, Anjing-anjing ini Gelar Pawai Wooferendum

    3 hari lalu
  • Melania Trump Bergaya Tomboi Saat Kunjungi Piramida Mesir

    Melania Trump Bergaya Tomboi Saat Ku njungi Piramida Mesir

    3 hari lalu
  • Video
  • Alasan Paus Fransiskus Salahkan Setan atas Krisis Pelecehan Seks

    Alasan Paus Fransiskus Salahkan Setan atas Krisis Pelecehan Seks

    15 jam lalu
  • Protes Digelar di Istanbul Terkait Hilangnya Jurnalis Arab Saudi

    Protes Digelar di Istanbul Terkait Hilangnya Jurnalis Arab Saudi

    16 jam lalu
  • Warga Yazidi Sambut Nadia Murad Raih Hadiah Nobel Perdamaian

    Warga Yazidi Sambut Nadia Murad Raih Hadiah Nobel Perdamaian

    2 hari lalu
  • Kisah Pilu Nadia Murad, Wanita Peraih Nobel Perdamaian

    Kisah Pilu Nadia Murad, Wanita Peraih Nobel Perdamaian

    3 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Bosan Ditanya Kapan Nikah, Perempuan Ini Menikahi Diri Sendiri

  • 2

    Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

  • 3

    Malam Dana, Istri Eks PM Singapura dan Rosmah Mansor Diledek

  • 4

    4 Fakta Karir dan Kehidupan Pribadi Nikki Haley, Dubes AS di PBB

  • 5

    Bank Sentral Amerika Terus Naikkan Suku Bunga, Trump Kritik

  • Fokus
  • Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

    Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

  • Teka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

    Teka-teki Keberadaan Jamal Khashoggi, Tewas Dibunuh?

  • Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

    Kontroversi Kasus Ratna Sarumpaet Belum Berakhir

  • BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

    BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

  • Terkini
  • Analis Barat: Sikap Cina Terhadap Warga Uighur Semakin Radikal

    Analis Barat: Sikap Cina Terhadap Warga Uighur Semakin Radikal

    1 jam lalu
  • Pemerintah Cina Dituding Menyebar Warga Uighur ke Berbagai Daerah

    Pemerintah Cina Dituding Menyebar Warga Uighur ke Berbagai Daerah

    2 jam lalu
  • Turki Sebut Arab Saudi Kirim Tim Pembunuh Incar Jamal Khashoggi

    Turki Sebut Arab Saudi Kirim Tim Pembunuh Incar Jamal Khashoggi

    10 jam lalu
  • Audit DPR Sebut Jaringan Komputer Senjata Amerika Rawan Peretasan

    Audit DPR Sebut Jaringan Komputer Senjata Amerika Rawan Peretasan

    11 jam lalu
  • Lepas Jabatan Dubes PBB, Nikki Haley Punya Utang Rp 15 Miliar

    Lepas Jabatan Dubes PBB, Nikki Haley Punya Utang Rp 15 Miliar

    12 jam lalu
  • Istri Presiden Interpol Asal Cina Curhat Diancam Lewat Ponsel

    Istri Presiden Interpol Asal Cina Curhat Diancam Lewat Ponsel

    13 jam lalu
  • Kanada Lantik Warga Negara Baru di Ketinggian 300 Meter

    Kanada Lantik Warga Negara Baru di Ketinggian 300 Meter

    14 jam lalu
  • Taylor Swift ke Demokrat, Trump: Saya Jadi Kurang Suka Musiknya

    Taylor Swift ke Demokrat, Trump: Saya Jadi Kurang Suka Musiknya

    14 jam lalu
  • Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

    Cina Kampanye Anti-Halal di Tempat Tinggal Etnis Muslim Uighur

    15 jam lalu
  • Bank Sentral Amerika Terus Naikkan Suku Bunga, Trump Kritik

    Bank Sentral Amerika Terus Naikkan Suku Bunga, Trump Kritik

    15 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Tersangka Kasus Hoax Ratna Sarumpaet Ajukan Tahanan Kota

    Ratna Sarumpaet mengajukan status tahanan kota setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax terkait cerita penganiayaan dirinya.

    Sumber: Google News Muslim Network: Koranmu Indonesia

    Tidak ada komentar

    Ads Place