Page Nav

HIDE

KoranMu.com

latest

Ads Place

Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis

Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis Home/ Berita/ Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk...

Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis

Home/ Berita/ Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis

28 September 2018 14:59

Berita Lain

PCIM Mesir dan Kemass Mesir Adakan Seminar Pemetaan Berpikir

26 September 2018

Asosiasi Islam Cina Jajaki Peluang Kerjasama dengan Muhammadiyah

26 September 2018

Taekwondo UMY Borong Belasan Medali Pada Ajang Walikota Cup 2018

27 September 2018

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA â€" Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah secara organisasi tetap dalam kepribadian dan khittahnya, yakni tidak masuk ke dalam percaturan politik praktis.

“Karena secara sistem, politik praktis itu menjadi pekerjaan partai politik (parpol), bukan pekerjaan ormas manapun, jadi apa yang diambil Muhammadiyah itu telah sejalan dengan sistem politik modern,” jelas Haedar ketika ditemui selepas memberi keynote speech dalam acara Dialog Ideopolitor di Hotel Jayakarta Yogyakarta pada Jumat (28/9).

Dengan politik modern tersebut, menurut Haedar Muhammadiyah telah memberi keleluasaan bagi anggotanya untuk menjadi pemilih yang cerdas, dan juga menjadi calo n legislatif, dan juga tim sukses (timses ).

“Muhammadiyah telah memiliki mekanisme sendiri dan tentu harus diikuti oleh kader dan pimpinannya ketika menjadi caleg maupun timses,” terang Haedar.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak abai terhadap pilpres dan pileg.

“Meskipun Muhammadiyah menyebut netral dalam posisi organisasi, tetapi kita ingin dan mendorong semua kader untuk berperan dalam politik, yang mana mereka bersetuju dan menuju pada perjuangan politik, dan tentu semua ada etikanya, marwah, dan mekanisme yang telah diatur,” ujar Haedar.

Diakhir, Haedar juga berharap perbedaan politik di Muhammadiyah, umat islam, dan warga bangsa jangan membuat kita terpecah belah.

“Jangan sampai karena politik kita menjadi bermusuhan dan saling membenci, lalui lah dinamika politik ini dengan gembira baik sesame umat, dan warga bangsa,” pungkas Haedar. (adam)

Sumber: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tidak ada komentar

Ads Place