Perlu Berpikir Terbuka untuk Menghadapi Tantangan Nyata Pancasila - KoranMu
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Perlu Berpikir Terbuka untuk Menghadapi Tantangan Nyata Pancasila

Puluhan peserta Sosialiasasi Empat Pilar MPR/DPR RI, mendengarkan paparan dari narasumber anggota dewan perwakilan rakyat tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Runggal Ika.

Anggota MPR/DPR RI Eva Kusuma Sundari dalam kes…


Puluhan peserta Sosialiasasi Empat Pilar MPR/DPR RI, mendengarkan paparan dari narasumber anggota dewan perwakilan rakyat tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Runggal Ika.

Anggota MPR/DPR RI Eva Kusuma Sundari dalam kesempatan itu, mengatakan Pancasila adalah inspirasi dan orientasi masa depan bersama untuk membangun bangsa dan negara.
Era teknologi canggih sekarang ini telah mengubah cara berpikir dan bersikap seseorang.

"Maka akal dan pikiran kita juga perlu dibuka untuk bisa mengambil hikmah dari informasi yang berkembang," katanya.

Dengan demikian, kita juga akan mendengar secara terbuka sehingga memacu kecerdasan spiritual dan sosial untuk bisa menyaring sumber-sumber hikmah yang dapat diwujudkan dengan mengamalkan Pancasila, paparnya.

Jika kita menghadapi masalah, kata Eva, musyawarah adalah solusi tepat. "Dengan musyawarah untuk mufakat persoalan yang mendera bangsa akan teratasi sesuai dengan spirit ke-Indonesiaan, jelasnya.

Eva menilai sebagai warga negara kita harus paham sejarah bangsa Indonesia yang sendi kehidupannya  diatur dalam UUD 1945. Pancasila dengan kebhinekaannya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga NKRI, katanya di Hotel Istana Hapsari, Sukoharjo, Jawa Tengah (20/11/2018).

Acara yang dikuti oleh kepala sekolah, pekerja sosial, pramuka, osis, dan komunitas disabilitas dan mocopat ini dibuka oleh Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE., MM.

Dalam sambutannya, ia mengatakan kita harus berperan aktif menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila. "Pancasila merupakan tempat bersemayamnya nilai-nilai kehidupan sosial karena itu harus dijaga keberadaannya," ungkapnya.

Dalam pada itu, Direktur al-Wasat Insitute, Faozan Amar mengatakan, sosialiasi empat pilar harus terus dilakukan, karena masih ada sebagaian warga Indonesia yang menolak Pancasila.

"Alasan menolaknya adalah karena faktor agama, sejarah maupun pengalaman", ujar Faozan Amar, Direktur Al Wasath Institute yang juga tenaga ahli Badan Sosialiasi MPR.

Sebagai program MPR/DPR RI, sosialisasi empat pilar, sambung Faozan merupakan ajang untuk berdiskusi, tanya jawab, dan berkontribusi bagi generasi muda yang sekarang hidup di zaman teknologi digital. (tr)

Tidak ada komentar