K oranmu.com - Jakarta – Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) UHAMKA bersama SEAMEO-RECFON melaksanakan program Nutrition Goes to Work (NG...
Koranmu.com - Jakarta – Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) UHAMKA bersama SEAMEO-RECFON melaksanakan program Nutrition Goes to Work (NGTW) sebagai bagian dari implementasi promosi kesehatan di tempat kerja (Workplace Health Promotion) bagi guru dan tenaga kependidikan. Melalui program ini, FIKES UHAMKA menginisiasi pendampingan penerapan pola makan gizi seimbang dan perilaku CERDIK di SMP Muhammadiyah 3 Jakarta sebagai upaya meningkatkan kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas tenaga pendidik.
Program yang dimulai pada Senin (27/7/2026) tersebut merupakan kolaborasi dosen Program Studi Gizi dan Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA. Kegiatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa guru merupakan aset utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Kondisi kesehatan guru tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas kerja, tetapi juga terhadap kualitas pembelajaran serta kemampuannya menjadi teladan perilaku hidup sehat bagi peserta didik.
Promosi kesehatan di tempat kerja merupakan strategi yang menempatkan lingkungan kerja sebagai ruang untuk membangun perilaku sehat secara berkelanjutan. Sekolah sebagai tempat kerja bagi guru memiliki potensi besar untuk mendukung terciptanya budaya hidup sehat melalui edukasi, perubahan perilaku, serta dukungan lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu, program Nutrition Goes to Work tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sekolah yang mendukung kesehatan seluruh warga sekolah.
Tim pengabdian terdiri atas dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Elia Nur A’yunin, S.KM., M.K.M., serta dosen Program Studi Gizi Nursyifa Rahma Maulida, S.Gz., M.Gizi., dan Leni Sri Rahayu, S.KM., M.PH. Program dirancang menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi kondisi kesehatan, edukasi, pendampingan perubahan perilaku, hingga evaluasi hasil intervensi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan antropometri berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan komposisi tubuh peserta menggunakan body composition analyzer. Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, massa otot rangka, serta kadar lemak viseral. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat sebagai bagian dari deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Data hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi gizi yang lebih personal sekaligus sebagai baseline untuk mengevaluasi perubahan perilaku peserta selama mengikuti program. Pendekatan berbasis data ini merupakan salah satu prinsip penting dalam promosi kesehatan di tempat kerja, yaitu memberikan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan individu sehingga lebih efektif dalam menghasilkan perubahan perilaku.
Ketua Tim Pengabdian, Elia Nur A’yunin, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup yang kurang mendukung kesehatan.
"Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya menjaga status gizi serta menerapkan perilaku hidup sehat. Melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, kami berharap peserta mampu menerapkan pola makan seimbang dan membiasakan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Ketika guru memiliki kesehatan yang baik, produktivitas kerja meningkat dan mereka juga dapat menjadi role model bagi siswa dalam menerapkan gaya hidup sehat," ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai Perilaku Makan Gizi Seimbang yang disampaikan oleh Nursyifa Rahma Maulida, S.Gz., M.Gizi., serta edukasi mengenai perilaku CERDIK oleh Elia Nur A’yunin, S.KM., M.K.M. Materi yang diberikan tidak hanya menjelaskan konsep gizi seimbang dan pencegahan penyakit tidak menular, tetapi juga mengaitkannya dengan tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti kesibukan mengajar, pola makan yang tidak teratur, serta rendahnya aktivitas fisik selama bekerja.
Dalam konsep promosi kesehatan di tempat kerja, edukasi dipandang sebagai langkah awal untuk membangun literasi kesehatan. Namun, perubahan perilaku memerlukan dukungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga diajak menetapkan target perubahan perilaku yang realistis sesuai kondisi masing-masing.
Untuk memperkuat komitmen tersebut, seluruh peserta diminta menuliskan target hidup sehat yang akan diterapkan setelah mengikuti kegiatan. Komitmen tersebut kemudian ditempelkan pada papan komitmen sebagai simbol kesiapan peserta dalam memulai perubahan menuju gaya hidup sehat. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi sekaligus memperkuat akuntabilitas peserta dalam mempertahankan perilaku sehat.
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Jakarta, Sofyan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya menjaga pola makan yang sehat serta menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas seluruh warga sekolah. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut pada kesempatan-kesempatan berikutnya," ungkapnya.
Sebagai bagian dari strategi perubahan perilaku, tim dosen FIKES UHAMKA juga membagikan leaflet edukasi yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin peserta. Leaflet tersebut memuat rekomendasi menu gizi seimbang, contoh porsi makan, serta anjuran aktivitas fisik sehingga dapat menjadi panduan praktis dalam menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan kerja maupun di rumah.
Program pendampingan tidak berhenti pada kegiatan edukasi. Seluruh peserta diberikan lembar pemantauan konsumsi makanan (food tally) selama lima hari untuk mencatat seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi. Hasil pencatatan tersebut akan dianalisis sebagai dasar pelaksanaan konseling gizi secara individual oleh tim dosen sehingga rekomendasi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebiasaan makan masing-masing peserta.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan di tempat kerja bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi merupakan proses pendampingan yang berkelanjutan melalui asesmen, edukasi, pemantauan, konseling, serta evaluasi perubahan perilaku. Dengan demikian, intervensi yang diberikan diharapkan mampu menghasilkan perubahan yang lebih nyata dan bertahan dalam jangka panjang.
Melalui program pendampingan gizi seimbang dalam skema Nutrition Goes to Work, FIKES UHAMKA bersama SEAMEO-RECFON berharap sekolah dapat berkembang menjadi lingkungan kerja yang mendukung kesehatan (healthy workplace). Budaya hidup sehat yang dibangun di lingkungan sekolah tidak hanya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas guru serta tenaga kependidikan, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai teladan bagi siswa dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada individu peserta, melainkan turut menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.



Tidak ada komentar