Koranmu.com - Jakarta – Masyarakat RW 4, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapatkan edukasi mengenai pencega...
Koranmu.com - Jakarta – Masyarakat RW 4, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapatkan edukasi mengenai pencegahan dan pengobatan campak serta cacar air melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen farmasi.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme warga yang aktif mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi mengenai dua penyakit menular yang banyak menjadi perhatian masyarakat, khususnya pada awal 2026.
Kegiatan pengabdian masyarakat itu diketuai Apt. Maifitrianti, M.Farm., dengan anggota Dr. Apt. Numlil Khaira Rusdi, M.Si., Apt. Tuti Wiyati, M.Sc., dan Dr. Apt. Vera Ladeska, M.Farm.
Sekretaris RW 4, Ibu Ade, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas edukasi kesehatan yang diberikan kepada warga.
“Edukasi seperti ini penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang benar mengenai penyakit menular, termasuk bagaimana mencegah penularan dan apa yang harus dilakukan ketika ada anggota keluarga yang sakit,” ujar Ibu Ade.
Materi mengenai campak disampaikan oleh Dr. Apt. Numlil Khaira Rusdi, M.Si. dan Apt. Maifitrianti, M.Farm. Warga diberikan pemahaman mengenai gejala campak, cara penularan, pencegahan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika seseorang mengalami gejala penyakit tersebut.
Sementara itu, materi mengenai cacar air disampaikan oleh Apt. Tuti Wiyati, M.Sc. dan Dr. Apt. Vera Ladeska, M.Farm. Pemaparan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada warga untuk berkonsultasi mengenai berbagai kondisi yang mereka temui di lingkungan keluarga.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Sejumlah peserta menanyakan mengenai perbedaan gejala, cara penularan, pencegahan, hingga penanganan yang tepat ketika anggota keluarga mengalami campak maupun cacar air.
Salah seorang peserta, Bu Diana, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena informasi mengenai kedua penyakit tersebut masih sangat dibutuhkan.
“Edukasi ini sangat bermanfaat karena campak dan cacar air sedang banyak terjadi di masyarakat, terutama pada awal tahun 2026. Jadi kami menjadi lebih tahu bagaimana cara mencegah dan menangani penyakit tersebut,” kata Diana.
Selain memberikan edukasi, tim pengabdian masyarakat juga menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis bagi warga.
Layanan pemeriksaan kesehatan tersebut mendapat sambutan positif karena warga tidak hanya memperoleh informasi mengenai pencegahan penyakit menular, tetapi juga dapat mengetahui kondisi kesehatan dasar mereka.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Apt. Maifitrianti, M.Farm., mengatakan edukasi kesehatan kepada masyarakat menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali penyakit, melakukan pencegahan, dan mengambil keputusan kesehatan yang tepat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui informasi mengenai campak dan cacar air, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.





Tidak ada komentar