Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Mahasiswi UHAMKA Membuka Jasa Curhat Online Dengan Tarif Terjangkau

Merupakan sebuah fakta jika hampir semua orang pernah bercerita tentang isi hatinya. Fikhi Aulia, merupakan mahasiswa semester 4 dari pro...


Merupakan sebuah fakta jika hampir semua orang pernah bercerita tentang isi hatinya. Fikhi Aulia, merupakan mahasiswa semester 4 dari program studi bimbingan dan konseling FKIP UHAMKA sudah terbiasa mendengarkan curahan hati (curhat) dari orang lain.

Berawal dari mendengarkan dan bercerita dengan orang lain, fikhi berinisiatif untuk membuka jasa curhat online sendiri.

 “awalnya itu temen temen saya banyak yang curhat masalah keluarga, keuangan, percintaan, kehidupan kuliah dan kehidupan pribadi mereka. Karna lumayan banyak yang cerita, akhirnya saya beranikan diri buka jasa ini.” ungkap Fikhi

Berawal dari 6 bulan yang lalu, ketika fikhi direkomendasikan dari temannya untuk mendengar curhatan, fikhi mulai diakui oleh khalayak ramai. Perkembangan tersebut gampang menyebar dari teman dan followers instagram yang akhirnya membuat sejumlah orang mempercayai fikhi untuk berbagi keluh kesah. Setelah pencapaian tersebut, dia merumuskan #RentalCurhat sebagai jasanya.

 "kegiatan curhat online telah berjalan kurang lebih dari 6 bulan lalu. Jadi mulai dari teman, temannya teman pada curhat ke saya. Sampai akhirnya saya berani buat buka #RentalCurhat ini dan minta dipromosikan melalui intastory Instagram teman-teman saya," Sambungnya

Fikhi Mahasiswa  yang masih berusia 20 tahun ini, menceritakan bahwa Jasa curhatnya telah dipercaya lebih dari 100 orang selama 6 bulan ini. Sebagai mahasiswa Bimbingan dan Konseling, peran yang diberikan fikhi berbeda untuk setiap individu yang dia hadapi. Dia mengatakan bahwa " kalau mereka pakai bahasa tongkrongan ya saya menyesuaikan aja. Sebab kan semua orang butuh didengar. Sehingga beberapa dari mereka butuh didengerin, dingertiin dan dipahamin. Jadi di sini saya menyesuaikan diri juga dengan mereka.” Lanjutnya

Tentunya pengguna jasa fikhi merupakan usia produktif dengan rentan usia 17 hingga 30 tahun. Konseli dominan pada usia tersebut dengan range usia 18 hingga 23 tahun.

Fikhi melanjutkan "Kalau dari curhatan mereka saya pribadi pernah merasakan, saya coba sisipkan pengalaman saya dicurhatan mereka. Tapi kalau saya belum pernah mengalami, saya balik lagi mengarahkan mereka mencari solusinya. Sebab saya bukan psikolog juga.”

Dalam masa 6 bulan ini, presentase konseli fikhi terdiri dari 75% kaum hawa dan sisanya berasal dari kaum adam.

Mengetahui potensi perkembangan kedepanya, #RentalCurhat merupakan potensi usaha yang cukup bagus. Tidak menutup kemungkinan, fikhi akan memberlakukan tarif yang masih terjangkau pada jasa yang dikelola olehnya.

Tarif yang terjangkau diterapkan karena, sejumlah orang membutuhkan konseling secara berkala atapun rutin perminggunya. Karena hal tersebut, dia akan mulai untuk membuat line sendiri bagi #RentalCurhat.

Fikhi menjelaskan jika, “saya bakalan misahin nomor pribadi dulu sepertinya. Sebab saat ini layanan #RentalCurhat kan masih pakai nomor pribadi. Sebab saya melayani curhat online ini melalui chat, voice note, reguler atau online chat, belum berani buat ketemuan.”

Fikhi mengungkapkan bahwa, "jadi ibaratnya saya tinggal mengembangkan tapi tetap memiliki ilmu yang mempuni.”

Untuk memperdalam ilmunya, dia ingin melanjutkan jenjang studi menuju profesi pendidikan konselor, selepas jenjang S1. Tidak menutup kemungkinan jika harga professional .

Dengan adanya hal tersebut, Fikhi pun berharap untuk ke depannya akan lebih banyak invidu yang berdamai dengan kehidupannya serta mensyukuri apa yang ada.